Korban Angin Kencang, Mak Oyong Terpaksa Tinggal Di Gubuk Beralaskan Terpal

Berita Populer

Hujan Es, Empat Pohon Tumbang di Leuwiliang

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang robohkan sedikitnya 4 pohon tumbang di jumlah wilayah di Desa Cibeber 2,...

Kabar Duka Dunia Hiburan, Rina Gunawan Meninggal Dunia

JAKARTA - Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan. Artis Rina Gunawan meninggal dunia. Berita tersebut dibenarkan oleh manager...

Sejumlah Wilayah di Kecamatan Leuwiliang Diterpa Angin Puting Beliung

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang juga melanda Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang pada, Senin sore (01/03/2021) merobohkan beberapa...

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...

Satu Rumah Ambruk Diterjang Angin Kencang di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Rumah milik keluarga Muhammad Ali yang berlokasi di Kampung Cirangkong RT 16 RW 05, Desa Cemplang, Kecamatan...
- Advertisement -

CIGUDEG – Emak Oyong (65) Kampung Pasir Angin RT 02/02 Desa Warga Jaya Kecamatan Cigudeg, bersama kedua anaknya hanya bisa pasrah tinggal di gubuk reod.

Sejak rumahnya roboh diterjang angin puting beliung pada Rabu Malam (28/10) sekitar pukul 23.56 WIB, Janda dirinya memiliki tinggal di rumah yang hanya beralaskan tanah dan beratap terpal bekas.

“Saya memilih tinggal di rumah beratap terpal dan berlantai tanah karena tidak ada lagi pilihan. Rumah yang dulu ditempat roboh kena angin kencang,” ujar Ema Oyong.

- Advertisement -

Bastiah yang biasa sehari-hari disapa Mak Oyong mengaku ketika hujan turun, semua perabotan rumah kebanjiran. Untuk itu, ia bersama anaknya berinisiatif membuat bale di rumahnya yang berukuran 2 Meter .

Menurutnya, membuat balai dari kayu bekas bertujuan agar tidur tidak kedinginan. Sebab, rumahnya lantainya tanah. Untuk makan sehari- hari kerja serabutan di kebun. Terkadang, ada tetang yang memberikan makanan.

- Advertisement -

“Saya berharap Pemerintah membangun akan kembali rumah yang roboh. Sebab, ketika hujan turun, kami tidak bisa tidur karena kebocoran, ” pintanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Warga Jaya, Neneng Sutinah menjelaskan, di wilayahnya terdapat dua rumah yang rusak parah dan nyaris roboh akibat diterjang angin kencang .

“Ada dua rumah rusak cukup parah di bagian atap sampai kenteng dan kayunya berterbangan, dan dinding rumah nya pun nyaris ambruk. Ada satu rumah yang terdampak, hanya rusak ringan saja, dan itu sudah dilaporkan oleh Pemerintah desa ke dinas terkait dan pemerintah kecamatan,” terangnya.

- Advertisement -

Neneng mengungkapkan akibat angin kencang menyababkan kerugian material sekitar Rp 70 juta. Alhamdulilah, musibah tersebut tidak ada korban jiwa.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD segera memberikan bantuan bagi warga korban yang terkena bencana ini, agar rumah nya dapat segera diperbaiki kembali.

Sementara korban mengungsi dilahan dan bangunan seadanya hanya beralaskan lantai papan dan terpal atapnya.

“Saya berharap pemerintah daerah Kabupaten Bogor segera memberikan bantuan bagi warga yang terkena bencana akibat hujan deras dan angin kencang ini,” pungkasnya.

(Tama)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...

Berita Terkait
publikbicara.com