Bogor Masih Terapkan PSBMK, Aktifitas Perkantoran dibatasi

Berita Populer

Pemuda Pancasila Jonggol Gelar Bakti Sosial Dan Tetap Jadi Kontrol Sosial

JONGGOL-Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Jonggol yang diketuai Indra Taufik, SH melakukan pengukuhan seluruh pengurus ranting se...

Klarifikasi Terkait Penyaluran E-warung di Desa Ciaruteun Udik

CIBUNGBULANG - Klarifikasi terkait pemberitaan yang di langsir dari media online, terkait E- warung yang ada di wilayah Desa...

Lantik Pengurus Ranting Tegal, Ini Pesan Ketua PAC PP Kemang

KEMANG - Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila melaksanakan Rapat Pemilihan Pengurus Ranting Pemuda Pancasila (RPPR PP) Desa Tegal,...

DP Tewas, Teman Kecil Korban Mengaku Kaget

CIBUNGBULANG - Korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam di Jalan...

Sidang Kasus Suap Iryanto, Saksi Ahli Nyatakan Ada Upaya Penjebakan

BANDUNG - Kasus dugaan suap yang menjerat Iryanto yang saat itu ia menjabat sebagai Sekertaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman...
- Advertisement -

BOGOR-Kota Bogor masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro Komunitas (PSBMK) lantaran masih berstatus zona merah Covid-19. Untuk mencegah melonjaknya penularan Covid-19 di perkantoran, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun mengeluarkan surat edaran mengenai pembatasan pegawai yang bekerja di kantor atau Work From Office (WFO).

Aturan tersebut tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tapi juga setiap perkantoran swasta di Kota Bogor. Dalam Surat edaran Nomor : 061/3667-Huk.HAM yang ditandatangani Wali Kota Bogor, Bima Arya per 2 Oktober 2020 ini, diterapkan karena masih adanya peningkatan penyebaran virus Corona dalam klaster perkantoran.

Dalam aturan tersebut, untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 dan mengurangi risiko penularan di lingkungan instansi atau perkantoran, Pemkot Bogor menghimbau kepala/pimpinan perusahaan/kantor swasta maupun pemerintah di Kota Bogor untuk mengatur jumlah pegawai yang bekerja di kantor (WFO), masing-masing paling banyak 50 persen dari jumlah pegawai pada setiap perusahaan/kantor.

- Advertisement -

“Kemudian, Pemkot juga meminta setiap perusahaan/kantor menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja masing-masing, seperti melakukan pemeriksaan suhu tubuh di setiap pintu masuk dan amati kondisi umum pekerja dan tamu,” katanya.

Lalu, kata dia, aabila terdapat pekerja atau tamu dengan suhu di atas 38 derajat celcius atau tampak sakit dengan gejala demam atau pilek/batuk/nyeri tenggorokan dan sesak napas, maka tidak diizinkan untuk bekerja atau memasuki area kerja.

“Segera menghubungi petugas kesehatan atau petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja. Apabila ditemukan peningkatan jumlah pekerja dengan kondisi di atas segera melaporkan ke puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat,” ujar Bima Arya.

- Advertisement -

Tak hanya itu, setiap perkantoran atau perusahaan menyediakan sarana cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol di berbagai lokasi strategis di tempat kerja sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Seperti pintu masuk, ruangan kerja, mesin absensi dan tempat lain yang sering diakses pekerja.

“Pastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan disinfektan. Seperti pegangan pintu, pegangan tangga, tombol lift, mesin absensi, ruang meeting dan lainnya. Optimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja,” tegasnya.

Kemudian, memberi kebijakan kepada pekerja untuk beristirahat atau bekerja dari rumah (self isolated) tanpa mengurangi hak dan kewajiban pekerja, jika pekerja mengalami gejala atau dengan riwayat baru kembali dari negara/area transmisi lokal. Serta pekerja yang tidak menunjukkan gejala tetapi dinyatakan pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19 oleh Dinas Kesehatan.

- Advertisement -

“Setiap perusahaan/kantor agar membentuk unit pengawasan protokol kesehatan baik di instansi pemerintah maupun swasta,” tuntasnya.

Sumber:Metropolitan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Pedestrian Cikempong Banjir, Ketua Dewan Minta Komisi III Cek Lapangan

CIBINONG - Hujan yang mengguyur wilayah Cibinong dan sekitarnya sebabkan jalan Kolonel Edi Yoso, Cikempong, Pakansari tergenang bagaikan kolam...

Berita Terkait
publikbicara.com