Satgas Berharap Aksi Unjuk Rasa Tidak Menjadi Klaster Baru Penularan Covid-19

Berita Populer

Pemuda Pancasila Jonggol Gelar Bakti Sosial Dan Tetap Jadi Kontrol Sosial

JONGGOL-Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Jonggol yang diketuai Indra Taufik, SH melakukan pengukuhan seluruh pengurus ranting se...

Klarifikasi Terkait Penyaluran E-warung di Desa Ciaruteun Udik

CIBUNGBULANG - Klarifikasi terkait pemberitaan yang di langsir dari media online, terkait E- warung yang ada di wilayah Desa...

Lantik Pengurus Ranting Tegal, Ini Pesan Ketua PAC PP Kemang

KEMANG - Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila melaksanakan Rapat Pemilihan Pengurus Ranting Pemuda Pancasila (RPPR PP) Desa Tegal,...

DP Tewas, Teman Kecil Korban Mengaku Kaget

CIBUNGBULANG - Korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam di Jalan...

Sidang Kasus Suap Iryanto, Saksi Ahli Nyatakan Ada Upaya Penjebakan

BANDUNG - Kasus dugaan suap yang menjerat Iryanto yang saat itu ia menjabat sebagai Sekertaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman...
- Advertisement -

Jakarta — Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 (#SatgasCovid19) Wiku Adisasmito berharap aksi unjuk rasa menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja tidak menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Wiku menilai aksi unjuk rasa menolak pengesahan UU Cipta Kerja mendorong terjadinya kerumunan dan berpotensi menimbulkan klaster baru.

Namun, hingga saat ini pemerintah belum berencana menggunakan UU Kekarantinaan dalam merespons aksi unjuk rasa tersebut.

- Advertisement -

“Oleh karena itu kami mendorong para pihak yang ingin menyampaikan aspirasinya untuk mematuhi arahan dari pihak kepolisian selama kegiatan berlangsung,” ujar Wiku saat jumpa pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Selasa (6/10).

Menurutnya, pelaksanaan penyampaian hak-hak dalam berdemokrasi tetap harus dilakukan dengan tetap menjaga disiplin dan meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, pandemi Covid-19 di dalam negeri belum juga menunjukkan arah penurunan.

Ia mengimbau agar masyarakat yang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa tetap melaksanakan semua protokol kesehatan demi keamanan masyarakat. Di antaranya #pakaimasker, #jagajarak serta #cucitangan.

- Advertisement -

“Klaster industri sudah banyak bermunculan dan ini berpotensi mengganggu kinerja pabrik dan industri lainnya. Potensi serupa akan muncul dalam kegiatan berkerumun,” lanjutnya.

Pemerintah mengonfirmasi penambahan 4.056 kasus baru terpapar virus tersebut pada Selasa (6/10). Dengan demikian, jumlah kumulatif pasien terpapar virus Covid-19 di Indonesia tercatat sebanyak 311.176 orang.

Jumlah pasien sembuh bertambah sebanyak 3.844 orang, sehingga jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Indonesia sepanjang kasus ini berlangsung telah mencapai 236.437 orang.

- Advertisement -

Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.374 di antaranya meninggal dunia, dan 121 kasus meninggal dunia terjadi pada Selasa (6/10).

Sumber:CNN indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Berawal Cekcok di Medsos, Dua Pria Berkelahi Hingga Tewas

JAKARTA -- Seorang pria berinisial FS (22) tewas dibacok dalam perkelahian di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (28/2)....

Berita Terkait
publikbicara.com