32.6 C
Bogor
Sabtu, 18 September 2021

Warga India Rela Beli Mahal Obat Covid-19

Berita Populer

- Advertisement -

JAKARTA — Para warga India rela menghabiskan uang lebih banyak demi mendapatkan obat-obatan Covid-19 dan pasokan oksigen di tengah terpaan badai gelombang kedua corona di negara itu.

Di Kota Patna, seorang warga bernama Pranay Punj mengaku letih harus mencari dari satu toko obat ke gerai lainnya guna mencari obat remdesivir untuk ibunya yang menderita Covid-19 dengan gejala parah.

Ketika berkunjung ke salah satu toko farmasi, seorang karyawan mengatakan bahwa obat itu kini hanya bisa ditemukan di pasar gelap.

- Advertisement -

Karyawan itu kemudian menawarkan jasa untuk menemukan obat itu di pasar gelap dengan harga 100 ribu rupee atau setara Rp19,4 juta.

Punj sempat tak percaya karena angka tersebut 30 kali lipat dari harga remdesivir pada umumnya. Jumlah itu pun sangat tinggi karena setara dengan tiga bulan gaji karyawan biasa di India.

Ia akhirnya menolak dan mendapatkan obat Covid-19 dari seorang kerabat yang istrinya baru saja meninggal akibat corona.

- Advertisement -

Namun ternyata, permasalahan tak begitu saja selesai. Punj tiba-tiba mendapatkan telepon dari rumah sakit tempat ibunya dirawat yang mengabarkan bahwa kondisi orang tuanya kian parah karena kekurangan stok oksigen.

Baca Juga :  Butuh Loker ? Cuman Nonton Film Horor Dibayar Rp 18 Juta

“Beberapa jam kemudian, kami dapat menemukan satu tempat tidur di rumah sakit swasta yang sangat mahal dan memindahkan ibu ke sana,” ujar Punj kepada AFP.

Baca Juga :  Prancis Klaim Negaranya Berhasil Bunuh Salah Satu Pemimpin ISIS

Punj masih beruntung karena bisa mendapatkan tempat tidur di rumah sakit mahal dengan cadangan oksigen cukup banyak ketimbang fasilitas kesehatan lainnya.

- Advertisement -

Namun, seorang warga di Kota Lucknow, Ahmed Abbas, tak bisa mendapatkan tempat tidur di rumah sakit untuk kerabatnya.

Ia akhirnya mendapatkan cadangan oksigen di pasar gelap dengan harga 45 ribu rupee atau setara Rp8,7 juta, sekitar sembilan kali lipat dari harga normal.

“Mereka minta saya bayar lebih dulu dan mengambil [tabung oksigen] dari mereka keesokan harinya,” tutur Abbas.

Berbagai rumah sakit di India kini memang melaporkan kekurangan pasokan tabungan oksigen karena jumlah pasien Covid-19 yang melebihi kapasitas.

Para dokter pun menjerit meminta bantuan dari berbagai jejaring sosial agar ada pihak-pihak yang mau membantu mengirimkan pasokan oksigen cadangan.

Baca Juga :  Masuk Supermarket Harus Gunakan Aplikasi PeduliLindungi Mulai Hari Ini

Pemerintah India sendiri berencana mengimpor 50 ribu ton oksigen. Nantinya, oksigen ini akan dibawa menggunakan kereta untuk kemudian disebarkan ke berbagai rumah sakit di pelosok India.

Sementara itu, sejumlah negara juga mulai mengirimkan bantuan berupa alat medis dan tabung-tabung oksigen ke India. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengirimkan bantuan serupa.

“[WHO mengirimkan] ribuan konsentrator oksigen, rumah sakit berjalan, dan pasokan untuk laboratorium,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip AFP.

Selain itu, WHO juga mengirimkan 2.600 ahli kesehatan mereka dari berbagai program, termasuk polio dan tuberkulosis, untuk bekerja sama dengan otoritas kesehatan India dalam mengatasi pandemi.

Sementara menunggu bantuan datang, kasus Covid-19 di India terus melonjak. Pada Selasa (27/4) saja, India melaporkan 350 ribu kasus Covid-19 baru.

Dengan penambahan ini, India sudah melaporkan 147,7 juta kasus sejak pandemi pertama kali merebak tahun lalu.

Sumber:Cnn indonesia

- Advertisement -
Bogor
scattered clouds
32.6 ° C
32.6 °
31.5 °
52 %
2kmh
49 %
Sab
33 °
Ming
31 °
Sen
30 °
Sel
31 °
Rab
31 °

Berita terbaru

Mad Ajis : Mari Kita Buktikan Statement Cinta Bogor

BOGOR - Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Banten Dewan pimpinan cabang (DPC) Kota Bogor, keberadaanya kini telah resmi dan...

Berita Terkait
publikbicara.com