Selama Ramadhan, Anies Perpanjang Jam Operasional Restoran dan Tempat Makan

Berita Populer

Polres Bogor Ciduk Satu Pelaku Penipuan Program Fiktif

CIBINONG-Kepolisian resort Bogor berhasil meringkus satu pelaku penipuan program fiktif gebyar britama kepada satu nasabah bank BRI inisial SS...

Kominfo RI Bersama Anton Suratto Gelar Webinar Kewirusahaaan UMKM Melalui IT

BOGOR - Sebanyak 200 pelaku wirausaha di Kabupaten Bogor, Senin (19/4) kemarin sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan Webinar yang...

Harga Mentimun Naik, Petani Untung

CIBUNGBULANG - Bulan Ramadhan kebutuhan mentimun meningkatkan, dampaknya harga mentimiun di pasar Trandisional melojak naik hingga Rp 3 Ribu...

PKB Bagikan Takjil Kepada Masyarakat Hasil Beli dari Pedagang Kecil di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Sekertaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanudin Ar Rasyid bersama Pengurus PAC...

Wanhai : Daerah Otonomi Baru Bukan Sekedar Gaungan Semata

CIBINONG-- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) itu bukan hanya sekedar...
- Advertisement -

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal melonggarkan jam operasional bagi restoran dan tempat makan sepanjang Ramadan. Pemprov mengaku memahami aktivitas warga akan lebih tinggi pada malam hari selama bulan Ramadan.

“Akan diumumkan terkait jam operasi yang berbeda dengan hari di luar bulan Ramadan,” kata Anies di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (9/2).

Anies tak merinci perpanjangan jam operasional restoran dan tempat makan itu. Namun, ia memastikan tempat makan bisa tutup lebih lama dari biasanya.

- Advertisement -

Dalam ketentuan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Jakarta, jam operasional restoran, tempat makan, hingga pusat perbelanjaan dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.

“Kalau selama ini harus tutup pukul 9 (malam), bulan ramadan nanti tutupnya bisa lebih malam, dan bisa buka lebih pagi karena untuk melayani yang sahur. Detailnya nanti oleh dinas terkait,” ujar Anies.

Dalam kesempatan itu, Anies juga sempat bicara mengenai aktivitas buka puasa bersama selama Ramadan. Anies tidak melarang aktivitas tersebut, namun pengelola restoran atau tempat makan harus secara disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

- Advertisement -

Menurut Anies, restoran maupun tempat makan harus mematuhi aturan kapasitas maksimal 50 persen. Selain itu, mereka juga harus mengatur jarak tempat duduk para pengunjung.

“Karena saat bulan Ramadan makan malamnya di menit yang hampir sama, maka pengelola restoran, tempat makan harus secara disiplin mengatur posisi duduk, disiplin atur kapasitas maksimal,” ungkap Anies.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya mengatakan pihaknya tidak melarang pelaksanaan kegiatan buka puasa bersama di restoran atau rumah makan di masa pandemi Covid-19.

- Advertisement -

Menurut Gumilar, waktu pelaksanaan kegiatan bukber tidak melanggar ketentuan dalam PPKM Mikro.

Sumber:Cnn Indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Tips Pesepak Bola Muslim Tetap Kuat Bertanding Saat Puasa

JAKARTA - Menjalankan ibadah puasa sambil bersaing dalam level tertinggi sepak bola Eropa bukan hal mudah. Begini cara bek...

Berita Terkait
publikbicara.com