DKI Siapkan 50 Bus Sekolah Antar Jemput Siswa Selama Uji Coba Tatap Muka

Berita Populer

Polres Bogor Ciduk Satu Pelaku Penipuan Program Fiktif

CIBINONG-Kepolisian resort Bogor berhasil meringkus satu pelaku penipuan program fiktif gebyar britama kepada satu nasabah bank BRI inisial SS...

Kominfo RI Bersama Anton Suratto Gelar Webinar Kewirusahaaan UMKM Melalui IT

BOGOR - Sebanyak 200 pelaku wirausaha di Kabupaten Bogor, Senin (19/4) kemarin sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan Webinar yang...

Harga Mentimun Naik, Petani Untung

CIBUNGBULANG - Bulan Ramadhan kebutuhan mentimun meningkatkan, dampaknya harga mentimiun di pasar Trandisional melojak naik hingga Rp 3 Ribu...

PKB Bagikan Takjil Kepada Masyarakat Hasil Beli dari Pedagang Kecil di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Sekertaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanudin Ar Rasyid bersama Pengurus PAC...

Wanhai : Daerah Otonomi Baru Bukan Sekedar Gaungan Semata

CIBINONG-- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) itu bukan hanya sekedar...
- Advertisement -

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 50 unit bus sekolah untuk mengantar-jemput siswa selama masa uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah. Diharapkan, penjemputan ini bisa mencegah para siswa menongkrong terlalu lama.

Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja mengatakan penyediaan bus sekolah itu sebagai antisipasi agar siswa tidak keluyuran usai mengikuti uji coba sekolah tatap muka.

“Itu upaya kita juga agar anak-anak kita jangan berkerumun terlalu lama dengan teman-temannya,” ungkap dia, saat dihubungi, Rabu (7/3).

- Advertisement -

Untuk memantau pergerakan siswa itu, lanjut dia, nantinya di setiap sekolah menempatkan satu petugas piket yang akan menjaga hingga radius 500 meter dari sekolah.

“Jadi sampai 500 meter dipastikan anak itu naik kendaraan pribadi atau ada jemputan, jadi tadi pun juga sama jadi kita juga sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menyiapkan bus sekolah,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan bus tersebut melintasi sekolah-sekolah yang melakukan uji coba tatap muka.

- Advertisement -

“Mulai hari ini kami sudah mengoperasinalkan bus sekolah di beberapa rute dan wilayah yang sekolahnya sudah melaksanakan tatap muka,” kata dia, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (7/4).

Pihaknya memprioritaskan pelayanan bus untuk sekolah jenjang SMP dan SMA atau sederajat.

Selain itu, operasional bus dibagi per wilayah administrasi kota. Untuk wilayah Barat, terdiri dari zonasi 3 (Kamal-Kalideres), Rute 18 (Meruya-Ciledug-Joglo), Rute 19 (Benhil-Kemanggisan).

- Advertisement -

Kemudian, wilayah Pusat terdiri dari Zonasi 5 (Pulogadung-Paseban), Rute 1 (Perintis Kemerdekaan-Lapangan Banteng), dan Zonasi 7 (Cikini-Rawamangun).

Wilayah Selatan mencakup Rute 6 (Pasar Minggu-Kebayoran), Rute 7 (Pasar Minggu-UI), Rute 11 (Blok M-Ciledug), dan Rute 14 (Blok M-Pondok Labu). Wilayah Utara antara lain Zonasi 11 (Kapuk-Cideng) dan Zonasi 12 (Rorotan-Rawa Bebek).

Selanjutnya, wilayah Timur terdiri dari Zonasi 1 (Pondok Gede-Ranco), Zonasi 7 (Rawamangun-Cikini), Zonasi 8 (Lubang Buaya-Ranco), Rute 3 (TMII-Gandaria), dan Rute 4 (Perintis Kemerdekaan-Pondok Kopi).

Syafrin memastikan operasional bus sekolah tetap sesuai dengan aturan PPKM, yakni kapasitas tetap dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah kursi yang tersedia.

Kemudian, untuk jam operasional, bus sekolah mengikuti jam pembelajaran yang dilaksanakan masing-masing sekolah. Armada bus sekolah akan bergerak mulai pukul 04.30 WIB menuju titik start sampai dengan pukul 17.30 WIB.

“Titik start bus sekolah mendekat ke sekolah (fleksibel) atau jemput bola standby di sekolah saat jam pulang sekolah,” pungkasnya.

Uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah di Jakarta sudah dimulai pagi tadi.

Sebanyak 85 sekolah dari semua jenjang pendidikan akan mengikuti uji coba. 85 sekolah tersebut tersebar di enam kabupaten/kota, dengan rincian; satu sekolah di Kepulauan Seribu, 25 sekolah di Jakarta Selatan, 25 sekolah di Jakarta Timur, 10 sekolah di Jakarta Pusat, 18 sekolah di Jakarta Barat, dan enam sekolah di Jakarta Utara.

Salah satu sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka, SMKN 15 Jakarta, memaksimalkan durasi belajar selama empat jam untuk praktik. Rasionya, 70 persen praktik dan 30 persen teori.

“Waktunya singkat ya cuma dua jam. Hari ini langsung praktik,” ucap guru mata pelajaran Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) Dita Arlita, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/4).

Hal itu ia terapkan untuk mengejar ketertinggalan selama pembelajaran jarak jauh. Mengingat, pembelajaran jarak jauh sudah dilakukan lebih dari satu tahun.

“Kalau jarak jauh banyak hambatannya. Kalau praktik kan butuh sarana dan prasarana ya. Ada yang enggak punya laptop, kadang kuota internet juga,” ujarnya.

“Makanya, ketika disuruh masuk gini, senang banget, jadi langsung praktik,” imbuhnya.

Sumber:Cnn Indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

10 Hal Makruh Dalam Berpuasa

JAKARTA -- Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam wajib mengetahui hal yang makruh saat puasa Ramadan agar ibadah yang...

Berita Terkait
publikbicara.com