27.8 C
Bogor
Minggu, 28 Februari 2021

Reses DPRD Dapil V di Sukajaya, Percepatan Pemulihan Pasca Bencana Jadi Sorotan

Berita Populer

Lokasi Tak Strategis, Pembagian BPNT Pakai Ikan Asin

LEUWISADENG-Menghindari kerumunan penyaluran Bantuan pangan non tunai (BPNT) bagi keluarga penerima manfaat (KPM) warga miskin di Desa Sadeng, Kecamatan...

Usai Jajan Di Warung, DP Tak Pulang Lagi

CIBUNGBULANG - Sehari sebelum korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam...

Pemuda Pancasila Jonggol Gelar Bakti Sosial Dan Tetap Jadi Kontrol Sosial

JONGGOL-Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Jonggol yang diketuai Indra Taufik, SH melakukan pengukuhan seluruh pengurus ranting se...

Klarifikasi Terkait Penyaluran E-warung di Desa Ciaruteun Udik

CIBUNGBULANG - Klarifikasi terkait pemberitaan yang di langsir dari media online, terkait E- warung yang ada di wilayah Desa...

DP Tewas, Teman Kecil Korban Mengaku Kaget

CIBUNGBULANG - Korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam di Jalan...
- Advertisement -

SUKAJAYA – Bangun komunikasi dua arah, Reses Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bogor Dapil V Masa Persidangan 1 Tahun 2020 serap aspirasi masyarakat. Berlangsung di Aula Kantor Kecematan Sukajaya turut dihadiri para Kepala UPT, Muspika Kecamatan Sukajaya, MUI Kecamatan, Para Kepala Desa dan para Tokoh masyarakat Sukajaya pada, Jumat, (13/11/2020).

Anggota DPRD yang hadir dari Komisi I Daeng Wahyudi. Ketua Komisi II Leo Hananto Wibowo. Komisi III Aan Triana Almuharom, Nurodin, Permadi Dalun dan Sarni. Komisi IV Daen Nuhdiana dan Ahmad Pusni.

Secara umum masalah dan aduan yang disampaikan warga masih seputar permintaan pembangunan infrastruktur dan perbaikan pelayanan publik salah satunya adalah Kantor Polsek dan Koramil.

- Advertisement -

Kepala Desa Kiarasari Ahyar Suryadi dalam kesempatan tersebut menyampaikan, keluhan warganya terkait selain tidak adanya sinyal atau jaringan seluler di desa Kiarasari, ia juga menyampaikan keberatan warganya terkait relokasi ke Wilayah Kecamatan lain.

“Dengan alasan kebanyakan warga adalah petani, dan memohon untuk dikaji kembali, daripada bantuan itu sia- sia atau mubajir nantinya,” imbuhnya.

- Advertisement -

Dalam sambutannya, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Nurodin menyampaikan, trimakasih kepada semua pihak. Atas kejadian 1 januari 2020 adanya bencana di Sukajaya yang sangat besar dampaknya yang sekarang sudah mulai recovery walau masih jauh dari harapan. Terbangunnya hunian sementara (Huntara) serta hal-hal lain dengan tidak menyurutkan semangat untuk terus disuarakan.

“Tadi Pak Camat menyampaikan adanya peningkatan anggaran dari sisi infrastruktur jalan dan jembatan dari 9 M sampai ke 17 M, sedikit informasi semoga ini menjadi komitmen kita di Komisi III berkaitan dengan adanya rencana pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang akan didorong oleh pemerintah pusat dari APBN khususnya ke Sukajaya atau Bogor Barat dengan angka yang lumayan fantastis, semoga ini tidak hanya sebatas rapat diutarakan, mungkin ini harus kita mulai siapkan nanti jalan dan jembatan mana yang mendapatkan prioritas,” kata Nurodin yang akrab dispa Jaro Peloy tersebut.

Jaro Peloy menambahkan, untuk daerah-daerah yang memang jauh dari perkotaan akses digitalisasi ini harus cepat masuk.

- Advertisement -

“Karena apalagi bicara hari ini disaat pandemi melanda kita, PPJ (pembelajaran jarak jauh) atau belajar secara daring dari rumah yang hari ini di butuhkan sehingga sinyal tersebut menjadi suatu kebutuhan yang paling butuhkan,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Almuharom menyampaikan, bahwa Masalah Sukajaya ini bukan hanya berbicara infrastruktur tapi Tag Line nya bagaimana Sukajaya ini bangkit.

“Yang kita harapkan adalah percepatan kaitan dengan insfratuktur Pasca Bencana, terus yang kedua tadi pemulihan ekonomi sangat penting sekali, karena yang kita rasakan masyarakat kita banyak yang masih tinggal dipengungsian jadi pengangguran, sehingga tidak ada roda perekonomian yang jalan,” ungkap Aan kepada wartawan usai Reses tersebut.

Aan menambahkan, berdasarkan rekomendasi dari para Kepala Desa yang mewakili dari sebelas Desa yang ada di Kecamatan Sukajaya, mereka menolak untuk bedol Desa (Relokasi-Red).

“Mereka (Warga-red) menolak untuk dipindahkan ke Kecamatan lain, karena pertimbangan nya ketika mereka dipindahkan ke Kecamatan lain bagaimana dengan pertanian mereka yang sehari-hari sebagai petani dan seterusnya, itu akan lebih besar lagi biaya hidupnya,” ucapnya.

Aan Triana meminta, kepada dinas keterkait untuk turun dulu ke lapangan. Benar tidak kajian Geologi itu di lakukan.

“Kalau bicara zona merah, pantai-pun zona merah. Ya kan, kita jauh dari pantai tapi kenapa?, ini harus di bedah lebih dalam lagi, artinya jangan membuat keputusan yang memang dasar nya belum di konsultasikan secara menyeluruh terhadap kondisi yang ada dilapangan.
kita belajar dari Huntara kemarin, karena telat dan seterusnya sehingga banyak huntara yang tidak di isi, akhirnya kan buang-buang anggaran juga kan sayang, mendingan kita alihkan untuk kepentingan yang lain” ujarnya.

(Fahri)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Lokasi Tak Strategis, Pembagian BPNT Pakai Ikan Asin

LEUWISADENG-Menghindari kerumunan penyaluran Bantuan pangan non tunai (BPNT) bagi keluarga penerima manfaat (KPM) warga miskin di Desa Sadeng, Kecamatan...

Berita Terkait
publikbicara.com