25.2 C
Bogor
Jumat, 26 Februari 2021

PWI Minta Wartawan Jaga Independensi dan Netralitas Pilkada 2020

Berita Populer

DP Sempat Pamit Kerjakan Tugas Sekolah

CIBUNGBULANG - DP warga kampung Ciaruteun RT 01 RW 03, Desa Cimanggu 1, Kecamatan Cibungbulang, yang ditemukan tewas...

Satpol PP Kabupaten Bogor Bersihkan Ratusan PKL Liar Pasar Leuwiliang

LEUWILIANG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor hancurkan ratusan pedagang kaki lima yang berada di bahu jalan raya...

Usai Jajan Di Warung, DP Tak Pulang Lagi

CIBUNGBULANG - Sehari sebelum korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam...

Anggota Satpol PP Ini Miliki Nama Unik di Name Tag

LEUWILIANG - Dalam operasi penertiban pedagang kaki lima di sepanjang jalan raya leuwiliang tepatnya di depan pasar Leuwiliang, ada...

Miris! Di Wilayah Tambang Emas Nenek Ane Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Miris! Seoang janda berusia sekitar 50 tahun tinggal sendiri di rumah bilik bambu beralaskan tanah di Kampung...
- Advertisement -

JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat meminta kepada anggotanya dan wartawan untuk menjaga independensi dan netralitas pada Pilkada 2020. Wartawan diminta tidak aktif dalam sukses salah satu tim sukses pasangan calon kepala daerah.

“Apabila wartawan menjadi tim sukses pasangan calon atau terlibat aktif membantu maka wajib untuk non aktif dari profesinya sebagai wartawan,” kata Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, dalam keterangannya, Kamis (12/11/2020).

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari berdasarkan surat edaran nomor 1010/PWI-P/LXXIV/2020. Surat tersebut turut ditandatangani Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi, Ketua Bidang Bidang Organisasis PWI Pusat Zulkifli Gani Ottoh.

- Advertisement -

Dalam surat itu, Atal menyebut saat ini PWI mendapat banyak laporan tentang dugaan keterlibatan wartawan termasuk pengurus wilayah PWI yang mendukung calon tertentu di beberapa daerah.

“Sebagaimana diatur dalam Peraturan Dasar PWI Pasal 1 Ayat (3) menyatakan PWI adalah organisasi wartawan Indonesia independen dan professional tanpa membedakan suku, agama, dan golongan maupun keanggotaan organisasi politik dan kemasyarakatan,” ujar Atal.

Lebih lanjut, Atal menyatakan pengurus PWI Pusat tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi keras dan tegas terhadap anggotanya baik wartawan maupun pengurus yang melanggar dasar dan peringatan tersebut.

- Advertisement -

“Kode Perilaku Wartawan Pasal 5 secara tegas mengatakan wartawan dilarang melakukan hal tercela yakni perbuatan yang dapat merendahkan marwah, harkat, martabat, dan integritas profesi wartawan,” ujar Atal.

Sementara itu, Sekjen PWI Pusat, Mirza Zulhadi menyebut bagi anggota dan Pengurus PWI dari tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat yang melanggar segala peraturan maka akan menerima sanksi tegas. Wartawan harus dapat memilih menjadi wartawan atau tim sukses calon kepala daerah.

“Apabila wartawan terlibat sebagai tim sukses maka mereka telah melanggar Peraturan Dasar PWI terutama Pasal 8 Ayat (C) yang berbunyi anggota PWI berkewajiban menjaga kredibilitas dan integritas profesi serta organisasi. Serta melanggar Kode Etik Jurnalis (KEJ) Pasal1,” tutur Mirza.

- Advertisement -

Mirza melanjutkan sesuai PD/PRT PWI pengurus PWI yang bertindak sebagai tim sukses dengan aktif membantu kemenangan pasangan calon tertentu maka harus mengundurkan diri.

“Wartawan harus menunjukkan profesionalitas tinggi dalam tugasnya,” ungkap Mirza.

Sumber:Detik

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Tiba Di Rumah Duka, Jasad Mayat Terbungkus Plastik Dimakamkan Pihak Keluarga

CIBUNGBULANG - Pasca ditemukan pada kamis (25/2/2021) Suasana pemakaman mayat dalam plastik di Desa Cimanggu 1, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten...

Berita Terkait
publikbicara.com