29.2 C
Bogor
Kamis, 25 Februari 2021

Buruh Mogok Kerja Setelah UU Ciptaker diteken Jokowi

Berita Populer

Satpol PP Kabupaten Bogor Bersihkan Ratusan PKL Liar Pasar Leuwiliang

LEUWILIANG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor hancurkan ratusan pedagang kaki lima yang berada di bahu jalan raya...

DP Sempat Pamit Kerjakan Tugas Sekolah

CIBUNGBULANG - DP warga kampung Ciaruteun RT 01 RW 03, Desa Cimanggu 1, Kecamatan Cibungbulang, yang ditemukan tewas...

Usai Jajan Di Warung, DP Tak Pulang Lagi

CIBUNGBULANG - Sehari sebelum korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam...

Miris! Di Wilayah Tambang Emas Nenek Ane Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Miris! Seoang janda berusia sekitar 50 tahun tinggal sendiri di rumah bilik bambu beralaskan tanah di Kampung...

Mega Proyek Bomang Belum Lama Selesai Dikerjakan Ambles

KEMANG- Mega proyek jalan Bojonggede - Kemang berada di wilayah Desa Jampang Kecamatan Kemang yang baru rampung pengerjaanya mengalami...
- Advertisement -

Jakarta– Buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) akan mogok kerja sebagai respons terhadap jadi UU Nomor 11 Tahun 2020.

Juru Bicara Gebrak Nining Elitos mengatakan mogok kerja akan dimulai pada Hari Pahlawan. Aksi itu akan digelar selama tiga hari.

“Pemogokan umum nasional 10-12 November 2020. Cabut Omnibus Law Cipta Kerja, tolak Surat Edaran Kemnaker tentang tidak adanya kenaikan upah 2021,” kata Nining kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/11).

- Advertisement -

Juru Bicara Gebrak lainnya, Jumisih, membenarkan aksi pemogokan nasional itu. Menurutnya, aksi tersebut kemungkinan akan digelar serentak di 50 kota Indonesia.

Meski begitu, Gebrak tak memaksa jajarannya di daerah untuk melakukan mogok kerja. Jika ada hambatan, aksi bisa diganti dengan unjuk rasa.

“Kalau bisa setop produksi, lebih baik karena memaksimalkan target mengganggu ekonomi supaya ada tekanan ke pemerintah. Soalnya kita tahu karakter Jokowi tidak mendengar sama sekali,” ucap Jumisih saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (4/11).

- Advertisement -

Jumisih menyampaikan mogok kerja bukan langkah terakhir yang akan ditempuh buruh. Mereka akan terus melakukan aksi unjuk rasa hingga Jokowi mencabut UU Cipta Kerja.

“Ini perjuangan panjang, api perjuangan harus terus dijaga,” tuturnya.

Presiden Joko Widodo pada Senin (2/11) menandatangani draf Omnibus Law UU Cipta Kerja. Draf itu pun resmi menjadi UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

- Advertisement -

Pengesahan UU itu dilakukan Jokowi di tengah penolakan masyarakat. Sejak diketok pada Rapat Paripurna DPR RI, Senin (5/10), aturan itu mengundang aksi unjuk rasa besar-besaran di berbagai daerah.

Belakangan terungkap beberapa kesalahan ketik dalam draf Omnibus Law. Kesalahan itu terdeteksi sejak disahkan DPR dan pemerintah 5 Oktober, hingga ditandatangani Jokowi Senin lalu.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut itu sekadar kesalahan teknis. Namun pakar hukum Bivitri Susanti menilai kesalahan itu sudah layak jadi alasan untuk membatalkan seluruh materi dalam Omnibus Law Cipta Kerja.

sumber:Cnn indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Siapkan Pemakaman, Keluarga Korban Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

CIBUNGBULANG - DP yang meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam di Jalan...

Berita Terkait
publikbicara.com