Miris, Jembatan Penghubung Dua Desa Ambrol

Berita Populer

Pemuda Pancasila Jonggol Gelar Bakti Sosial Dan Tetap Jadi Kontrol Sosial

JONGGOL-Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Jonggol yang diketuai Indra Taufik, SH melakukan pengukuhan seluruh pengurus ranting se...

Klarifikasi Terkait Penyaluran E-warung di Desa Ciaruteun Udik

CIBUNGBULANG - Klarifikasi terkait pemberitaan yang di langsir dari media online, terkait E- warung yang ada di wilayah Desa...

Lantik Pengurus Ranting Tegal, Ini Pesan Ketua PAC PP Kemang

KEMANG - Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila melaksanakan Rapat Pemilihan Pengurus Ranting Pemuda Pancasila (RPPR PP) Desa Tegal,...

DP Tewas, Teman Kecil Korban Mengaku Kaget

CIBUNGBULANG - Korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam di Jalan...

Sidang Kasus Suap Iryanto, Saksi Ahli Nyatakan Ada Upaya Penjebakan

BANDUNG - Kasus dugaan suap yang menjerat Iryanto yang saat itu ia menjabat sebagai Sekertaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman...
- Advertisement -

CIAMPEA- Jembatan penghubung Desa Bojongjengkol dan Desa Cihideung Udik, roboh, tempatnya di Kampung Sinagar Rt 02/07, Kecamatan Ciampea.

Robohnya Jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 1,2 meter disebabkan faktor tebing tumpuan pondasi longsor yang terjadi pada Senin 09.38 WIB (26/10).
Untuk sementara, warga berjibaku mengelar kerja bakti dengan membuat jembatan darurat mengunakan bambu.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Bojong jengkol Awaluddin Ma’arifatullah menjelaskan, memang benar jalan perbatasan dua desa ambrol akibat tumpuan pondasi tergerus aliran selokan pada Senin pagi.

- Advertisement -

“Hari ini dengan spontanitas dan respon masyarakat dari 2 desa bersama dengan kedua kepala desa hadir di lokasi, langsung gotongroyong untuk membuat jembatan sementara memakai bambu,” ucapnya.

Ia mengaku, memang kedua desa sudah merencanakan akan membangun jalan tersebut sebagai jalan desa yang bisa dilewati roda 4 demi menunjang dan mempermudah akses pergerakan ekonomi masyarakat.

“Semoga dengan kejadian ini dengan terputusnya akses jalan yang kami miliki, kami bisa mengajukan untuk meningkatkan status jalan setapak menjadi jalan desa yang nantinya dapat dilewati oleh kendaraan roda empat,” tutupnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Sekcam Ciampea Yudhi menjelaskan kondisi Jembatan penghubung dua Desa tersebut di sudah diperbaiki oleh Pemdes.

“Saat ini sudah bisa dilewati oleh pejalan kaki. Ke depan Jalan tersebut oleh desa bakal di lebarkan agar bisa masuk mobil. Tinggal di masuk ke RKPD Desa 2021 masih- masing,” tukasnya.

(Zikri/Fahri)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Pohon Berusia 15 Tahun Tumbang Timpa Tembok Kecamatan Leuwisadeng

LEUWISADENG - Pohon mahoni berusia sekitar 15 tahun tumbang dan menyebabkan tembok kantor Kecamatan Leuwisadeng Roboh pada, Senin...

Berita Terkait
publikbicara.com