28.1 C
Bogor
Jumat, 4 Desember 2020
Beranda blog

JBB Peduli, Santuni Puluhan Anak Yatim

0

CIBUNGBULANG – Sejumlah Wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Bogor Barat (JBB) menggelar bakti sosial dengan membagikan santunan kepada puluhan anak yatim, bertempat di Kantor Sekretariat JBB di Jalan Lingkar Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Dalam sambutannya Divisi Sosial JBB M.Ilyas menyampaikan, bahwa kegiatan bhakti sosial dengan pemberian santunan akan menjadi agenda rutin yang akan diadakan setiap tahun.

“Kegiatan JBB Berbagi ini Insyaallah akan rutin kami laksanakan setiap tahunnya, karena seperti kita ketahui bahwa anak-anak yatim ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya, Jumat (04/12/2020).

Ditemapat yang sama, Ketua JBB Iman Ambon mengatakan, trimakasih kepada para donatur yang sudah berpartisifasi dalam kegiatan sosial JBB Berbagi tersebut.

“Trimaksih kepada para donatur yang telah berpartisifasi dalam kegiatan sosial ini juga kepada rekan-rekan JBB yang memang sangat luar biasa dalam program JBB berbagi ini dan semoga ini menjadikan amal ibadah bagi kita semua,” ucapnya kepada wartawan media ini.

Pada kegiatan tersebut juga ada menampilan hiburan musik akustik Not Silent dari pemuda bogor barat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, dan memakai masker.

(Agung/Andri)

Pakar Imunisasi : Minta Masyarakat Indonesia Tiru Thailand Berhasil Putus Mata Rantai Covid-19

0

JAKARTA — Pakar Imunisasi Elizabeth Jane Soepardi meminta masyarakat Indonesia mencontoh negara yang sudah berhasil memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Ini sudah terbukti di Thailand, sudah 5 bulan tidak ada penularan antarpenduduk. Kasus COVID-19 itu hanya berasal dari pendatang. Pendatang yang masuk Thailand di screening dan apabila positif, dikarantina dua minggu,” ujar Jane dalam Dialog Produktif ‘Siapkan Kedatangan Vaksin’ yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Kamis (3/12).

Menurutnya, masyarakat Indonesia belum bisa melakukan hal tersebut karena orangnya belum disiplin. Padahal jika disiplin dan ketat menerapkan protokol kesehatan dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat dari ancaman virus.

“Kalau semua bisa disiplin saya yakin Indonesia bisa seperti Thailand,” ujarnya.

Terkait program vaksinasi, nanti pemerintah akan memberikan aturan mengenai pemberian vaksin. Misalnya yang diprioritaskan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu agar mereka tetap bisa menolong orang sakit.

Saat ini penelitian WHO menyatakan bahwa protokol kesehatan merupakan satu-satunya cara ampuh untuk menekan penularan Covid-19. Kini protokol kesehatan ini menjadi standar perilaku di semua negara.

Protokol kesehatan ini seperti yang dikampanyekan #SatgasCovid19, di antaranya #ingatpesanibu untuk #pakaimasker, #cucitangan pakai sabun, dan #jagajarak hindari kerumunan.

Data penelitian itu menyebutkan jika kita tidak menerapkan protokol kesehatan, persentase kemungkinan tertular Covid-19 mencapai 100 persen. Namun kalau kita mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik, itu menurunkan risiko penularan hingga 35 persen.

Kemudian menggunakan masker biasa tiga lapis, akan mampu menurunkan risiko penularan hingga 45 persen, atau masker bedah yang warnanya hijau atau biru menurunkan risiko penularan hingga 70 persen.

“Kalau kita menjaga jarak aman, akan menurunkan risiko penularan hingga 85 persen. Jadi yang berkerumun itu saya rasa keterlaluan sekali karena abai kepada dirinya sendiri dan orang sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, relawan tenaga kesehatan Lia Gustina berharap vaksin segera ditemukan sehingga langkah penanganan Covid-19 dapat dilakukan secara lebih efisien.

Ia dan rekan-rekannya di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, juga memiliki harapan yang sama karena merasa pandemi berjalan sudah lama.

“Mewakili teman-teman di Wisma Atlet ini, saya sangat mendukung dan berharap pandemi ini akan segera berakhir, dan untuk kebaikan rakyat Indonesia semua.”

“Saya berharap agar segera diadakan vaksinasi agar kami juga tenaga kesehatan bisa terus menolong masyarakat yang terpapar COVID-19. Lalu bagi masyarakat di luar sana mari kita bersama-sama memutus rantai penyebaran COVID-19 ini dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak terutama dengan tidak berkerumun,” ujarnya.

Sumber:Cnn indonesia

Excavator Anjlok Dari Safeloader, Jalan Curugbitung Lumpuh

0

NANGGUNG – Jalan raya Curigbitung, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja.

Pasalnya, Alat berat excavator itu anjlok dari kendaraan Safeloader yang mengangkutnya itu, sehingga menghalangi lalulintas jalan tersebut, karena jalan itu terhalang dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

Warga sekitar Andi (34) menyampaikan, bahwa kejadian itu pada Jumat dinihari sekira pukul 02.00 WIB.

“Kejadian jam 02.00 WIB bang, kendaraan pengangkut Excavator itu, kondisi nya melintang di tengah jalan, sehingga tidak bisa dilalui oleh mobil hanya bisa dilalui oleh motor saja,” ungkapnya Andi kepada wartawan media ini, Jumat (04/11/2020)

Andi menyampaikan, kejadian itu diduga karena jalan yang menanjak, menikung tajam juga dan sempit bahkan untuk proses evakuasi mendatangkan exchavator menggunakan lagi.

“Itu kayaknya karena tikungan nya terlalu tajam dan sempit dan agak sedikit menanjak dan tikungan nya itu juga agak miring pak, proses evakuasi juga mendatangkan excavato lagi ini,” jelasnya

Sementara itu, Kapolsek Nanggung Iptu Hermawan membenarkan, bahwa kejadian benar dan sudah dilakukan evakuasi agad lalu lintas kembali lancar.

“Kita sudah lakukan evakuasi dibantu dengan ekcavator lain,” jelasnya.

Ia menuturkan, kondisi jalan memang menanjak dan ukuran jalan kecil sehingga menyebabkan kendaraan tersebut anjlok.

“Korban nihil, dan kita berikan edukasi agar ketika melintas agar lebih hati-hati karena jalur ke arah Curug Bitung menanjak dan ukuran jalan kecil,” tutupnya.

(Fahri/Zikri)

Ketum NasDem Negatif Covid-19 Setelah dirawat di RSPAD

0

JAKARTA — Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (SP) sudah dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani perawatan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, sejak 17 November.

“Sudah negatif tiga hari yang lalu, berarti hari Selasa (1 Desember) bapak (SP) dinyatakan negatif,” kata Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP Partai NasDem Charles Meikyansah, saat dihubungi, Jumat (4/12).

Meski sudah negatif Corona, dia menerangkan Surya saat ini masih menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto. Pihaknya mau agar kondisi Surya benar-benar pulih sebelum meninggalkan rumah sakit.

“Masih di RSPAD, sedang pemulihan. Kalau sudah dinyatakan sehat sekali, maka beliau bisa pulang,” ucap Charles.

Ia sendiri tidak dapat memastikan jadwal kepulangan Surya Paloh dari RSPAD. Semuanya, kata dia, tergantung keputusan pihak rumah sakit.

“Kami ikut pesannya pihak RSPAD saja, kalau mereka bilang pak Surya bisa pulang, maka kami akan menyambutnya dengan baik dan gembira. Tapi kalai belum, kami dengan sabar menunggu kepulangan beliau,” papar Charles.

Surya mulai menjalani perawatan medis di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta pada 17 November. Awalnya, Surya didiagnosis menderita demam berdarah dengue atau DBD.

Sepekan berselang,
“Betul, saya mendapat kabar demikian dan saat ini sedang dilakukan observasi lanjutan oleh tim medis RSPAD,” kata Johnny lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (23/11).

Johnny pun menyatakan bahwa kabar Surya positif terinfeksi Covid-19 ini membuktikan bahwa Covid-19 bisa menginfeksi siapa saja, termasuk Surya yang selama ini patuh menerapkan protokol kesehatan secara tertib dan disiplin.

Sumber:Cnn indonesia

Kepala DPKPP Mangkir Dalam Sidang Kasus OTT, Reaktif Covid kah?

0

BOGOR-Sidang lanjutan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor yang dilakukan tanggal 3 Maret 2020 oleh Satreskrim Polres Bogor yang dipimpin oleh Kasatnya saat itu, AKP Benny Cahyadi yang sesuai agenda adalah pemeriksaan saksi Kepala DPKPP, Juanda Dimansyah (4/12) kembali ditunda karena Jaksa Penuntut Umum memperlihatkan surat keterangan dari RSUD Ciawi yang menyatakan statusnya reaktif Anti SARS-CoV2 IgG.

Setelah melihat surat yang ditunjukkan kepada hakim dan di dalam surat tersebut tertera ada rekomendasi wajib melakukan pemeriksaan kembali 10 hari setelah hasil test tersebut keluar, maka hakim memutuskan untuk menunda persidangan 14 hari ke depan karena saksi harus di periksa secara langsung di persidangan.

Kuasa Hukum Iryanto dari LBH Bara JP yang dipimpin oleh Dinalara Butarbutar serta beranggotakan Roynald Pasaribu, Stevie dan Kepler Sitohang langsung melancarkan protes keras saat mengetahui saksi yang harusnya hadir tetapi tidak hadir padahal Kuasa Hukum sudah mengantongi bukti yang sangat kontra dengan informasi yang dibawa oleh JPU.

“Maaf yang mulia kami punya informasi bahwa saksi hari ini masuk ke kantor dan beberapa hari yang lalu sekira tanggal 25 November 2020, saksi juga terlihat dalam acara swab test hari itu dan ketika hasilnya keluar sesuai informasi yang kami terima sekitar tanggal 1 Desember 2020 memang ada 2 nama yang positif tetapi dalam daftar itu tidak ada nama Djuanda Dimansyah, izin menunjukkan barang bukti yang mulia”. Tegas Pasaribu.

Dalam persidangan hakim tetap berpegang teguh pada surat keterangan yang ada dan menekankan kepada JPU untuk mengupayakan saksi hadir di persidangan berikutnya dua minggu yang akan datang dan akan diperiksa secara langsung dipersidangan.

Setelah sidang ditunda, pewarta meminta keterangan dari kuasa hukum Iryanto terkait hal ini, kuasa hukum tetap bersikukuh agar saksi tetap dihadirkan dalam persidangan mendatang karena banyak sekali informasi yang dibutuhkan dari saksi.

“Kami tetap meminta kepada majelis saksi harus tetap hadir dalam persidangan karena informasi dari saksi sangat dibutuhkan dalam persidangan ini, kami juga mencurigai hasil test yang tadi kami dapat dari JPU adalah hasil dari rapid test padahal belum lama ada tes SWAB massal di DPKPP dan juga hari ini kami dapat bukti bahwa saksi masuk kantor seperti biasa di DPKPP, juga kami dapat data otentik bahwa saksi juga hadir dalam swab test massal di DPKPP beberapa hari yang lalu, jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak bisa hadir di persidangan”. Ungkap Lawyer yang juga berprofesi sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor ini.

“Kami si tidak masalah, mau di tunda sampai kapan pun kami hanya ingin agar saksi dihadirkan untuk memperlengkap dan menggali informasi lengkap terkait kasus OTT DPKPP dan terbukti klien kami tidak bersalah, lagian kami sekarang tidak ada beban kok mau ditunda atau lanjut toh sekarang klien kami sudah tidak lagi bersatatus tahanan”. Pungkasnya.

(TIM)

Asa Penjual Seruling Dimalam Hari

0

CIBUNGBULANG – Pak Wira (55) nampak lelah tertidur disebuah emperan toko di jalan raya Cibungbulang, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor pada, Kamis (03/11/2020) malam.

Sesaat ia terbangun dari tidurnya, Pak Wira yang berprofesi sebagai tukang seruling keliling mengaku, sedari pagi ia berkeliling sampai dirinya tertidur didepan sebuah toko di jalan raya Cibungbulang terebut.

“Abis keliling pak, dari pagi muter-muter ke ciampea, warung borong, cinangneng, ah udah kemana-mana saya mah, pakai sepedah saja, tapi gimana yah,” ungkapnya.

Pak Wira menambahkan, ditengah Pandemi saat ini penghasilan menjual suling bambu amat payah. Pasalnya sudah hampir satu tahun ini kegiatan sekolah libur. Padahal sebelum ada Pandemi ia tak perlu keliling sampai ke ibu kota dengan harapan pulang membawa uang hasil jualannya.

“Kalau seruling kan jarang yang beli, apalagi sekarang anak sekolah tidak ada, biasanya sih kalo anak-anak sekolah masuk sih alhamdulillah lah, tapi kalo libur gini susah jualnya,” tuturnya.

Lebih lanjut Pak Wira yang mengaku, berjualn seruling sejak tahun 1999 ketika belum terjual ia tak pulang bahkan ia rela tidur di emperan sebuah warung.

“Sampai malam, sampai pagi lagi saya mah, tidur dimana saja saya mah di jalanan, abisnya kalau gak begini kan gak dapat uang, sehari saya gak bisa bilang pastinya, ya dapetnya empat puluh ribu, tiga puluh ribu untuk makan aja tidak ada.
,”pungkasnya.

(Fahri/Cep Rendra)

Temu Karya Karang Taruna Kecamatan Cibungbulang

0

CIBUNGBULANG – Karang Taruna adalah Organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat. Terutama generasi muda di wilayah Desa/Kelurahan, terutama yang bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial.

Dalam dunia Karang Taruna dikenal adanya Temu Karya, yaitu musyawarah penggantian ketua dan pengurus setelah menjabat 5 Tahun. Seperti di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, bermusyawarah untuk memilih ketua periode 2020 – 2025.

Ketua Katar periode 2015-2020 Edi Sukarya mengatakan, setelah adanya kepengurusan yang baru diharapkan membuat agenda rencana kerja agar nampak semangat.

“Karang Taruna sebagai mitra Pemerintahan, jangan sampai dibentuk diam gunakan peluang seperti Bumdes memiliki anggaran tersendiri yang terpisah dari desa,” kata Edi kepada wartawan media ini, Kamis (03/12/2020).

Edi menambahkan, hendaklah setiap individu dalam kepengurusan Katar menunjukkan Existensinya agar berguna bagi masyarakat.

“Mari tunjukkan kemampuan dan keterampilan dalam berkarya sebagai motivasi, sehingga Katar bisa menunjukkan Existensinya. Berguna bagi masyarakat,” imbuhnya.

Edi berharap, setelah adanya ketua baru Katar Kecamatan Cibungbulang bisa berjalan beriringan bersama Pemerintah serta selalu berinovasi guna kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap Temu Karya ini dapat menampilkan Pemimpin yang Visioner, dan hal ini dapat meningkatkan mutu Pemimpin yang lebih energik dan bisa berkoordinasi dengan semua pihak serta mampu membawa kearah yang lebih baik,” pungkasnya.

(Seno)

Polsek Ciampea Laksanakan Binrohtal dan Santunan Yatim

0

CIAMPEA – Kepolisian Sektor Ciampea melaksankan Program Bimbingan rohani dan mental (Binrohtal) dan santunan kepada puluhan anak yatim. Sekaligus melaksankan doa bersama agar pilkades berjalan lancar di wilayah hukum Polsek Ciampea

“Ini program rutin polsek Ciampea pengajian rutin, pendalaman mental sekaligus melaksankan santunan terhadap 40 yatim,”kata Kapolsek Ciampea, AKP Andri Alam Wijaya, Kamis (3/12).

Andri Alam mengatakan kegiatan untuk membimbing para anggota dalam hal kegamaan dan juga bimbingan mental.

“Jadi polisi itu harus memiliki mental yang humanis tapi tegas serta selalu peduli terhadap sesama,” kata Andri.

Lebih lanjut dalam kegiatan itu juga sekaligus doa berasama agar kegiatan pelaksanaan Pilkades di wilayah hukum Polsek Ciampea berjalan aman, damai dan lancar serta sehat.

“Karena saat ini masa Pandemi semoga kegiatan Pilkades tidak ada klaster baru tentu kami pun akan terus memantau Prokes yang ditetapkan oleh setiap panitia,” pungkasnya.

(Cepi Rendra)

Bima Arya Datangi Bank Swasta Yang Dikabarkan Ada Karyawan Positif Corona

0

BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mendatangi kantor salah satu bank swasta di Jalan Ciheulet, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (3/12/2020) sore.

Bima selaku Ketua Satgas COVID-19 Kota Bogor menelusuri informasi adanya karyawan bank tersebut yang positif COVID-19, namun tidak melakukan tracing dan tetap beroperasi.

“Kenapa saya datang, saya dapatkan laporan dari warga katanya di sini ada 5 orang yang positif. Saya kaget, karena kabarnya baru masuk. Ternyata memang tim kami sudah mendatangi mereka pada 30 November 2020 untuk meminta agar melakukan langkah-langkah, termasuk penutupan sementara, tetapi tidak dilakukan,” kata Bima Arya di halaman Bank Panin Jalan Ciheuleut Kota Bogor, Kamis (3/12/2020).

“Jadi saya cek ke sini saya tegur keras,” tambah Bima menegaskan.

Bima menyebut, ada 5 karyawan di bagian kantor yang dinyatakan poaitif COVID-19. Namun pihak bank, kata Bima, tidak melapor ke satgas dan tidak melakukan upaya penanganan lanjutan.

“Jadi ada 5 orang positif di sini. 2 sudah sembuh, 3 masih isolasi, tetapi tidak ada langkah-langkah penelusuran, tidak ada langkah penutupan di sini, mereka berkeberatan melakukan penutupan. Lima orang yang positif, karyawan di back office,” kata Bima.

Usai melakukan pertemuan dengan pihak bank, Bima Arya kemudian meminta untuk dilakukan penyemprotan disinfektan di kantor bank dan menelusuri kontak erat untuk kemudian segera dilakukam swab.

“Tapi ini kita sedang koordinasikan, langkah pertama ini kita akan lakukan penyemprotan, kemudian melakukan langkah penelusuran kontak erat dengan 5 positif. Kontak eratnya akan segera dilacak sekarang, sesegera mungkin, untuk kemudian diswab sore ini,” kata Bima Arya di lokasi.

Bima menyebut perkantoran termasuk wilayah yang paling rawan dalam penyebaran COVID-19. Oleh karenanya, Bima meminta setiap perkantoran tetap sadar, waspada dan berkoordinasi dengan Satgas Kota Bogor jika ada temuan penyebaran COVID-19.

“Ini perkantoran rawan, harus sadar semua, melaporkan semuanya, berkoordinasi. Saya lihat ada kecenderungan, terlalu banyak khawatir ya (untuk laporan), mungkin karena khawatir ada hirarki perusahaan ke atas, mungkin juga khawatir nama baik dan lain-lain. Harusnya ada satgas COVID di sini, kita kan minta semuanya ada satgas, dan semua berkoordinasi,” tandas Bima.

Sumber:Detik

Tips Atasi Bisnis Makanan Sepi Pembeli Saat Pandemi

0

JAKARTA – Pandemi virus Corona (COVID-19) mengubah perilaku konsumen sangat drastis. Terutama bagi konsumen di bisnis makanan dan minuman yang kini sudah mengurangi aktivitas makan di luar, dan sebagian besar memilih memesan secara online.

Kondisi itu dialami di seluruh dunia. Menurut Food Writer TripAdvisor Jovel Chan, pebisnis makanan dan minuman, khususnya yang memiliki restoran sudah tak bisa lagi mengandalkan promosi dengan memamerkan lokasi tokonya yang strategis, atau desain interior restorannya yang indah.

“Jadi yang terjadi selama pandemi adalah kita sudah menyingkirkan pencarian informasi secara offline. Restoran yang menggembor-gemborkan bahwa lokasi mereka sangat strategis, atau indahnya desain interior mereka, atau jejak pelanggan-siapa saja yang pernah ke situ, semua tak lagi menjadi kunci unique selling saat ini,” kata Jovel dalam virtual event Reimagine: Halal in Asia 2020 yang bertema Asia’s Golden Age: 2021 and Beyond for Halal Ecosystem, Kamis (3/12/2020).

Di sisi lain, 81% dari populasi dunia tak bisa jauh-jauh dari ponsel. Selain itu, pengguna media sosial semakin bertambah di tengah pandemi. Ia memaparkan, 72% penetrasi pengguna Facebook itu berasal dari negara-negara ASEAN, China, dan Korea Selatan. Jumlahnya mendekati 250 juta pengguna Facebook pada Juni 2020.

“Berarti itu setara dengan 40% dari total populasi di ASEAN, China, dan Korsel,” ujar Jovel.

Dari total tersebut, 60% di antaranya menggunakan media sosial untuk menentukan di mana atau makanan apa yang akan mereka pesan.

Nah, melihat kondisi itu, tentunya restoran sudah tak bisa mengelak lagi untuk mengubah cara promosi ke media sosial. Tapi, caranya pun tak sembarangan atau mengandalkan langkah-langkah yang sangat biasa.

“Terutama bagi restoran di Asia Tenggara, mereka banyak yang kesulitan mengadaptasi pandemi Corona. Mereka tidak sepenuhnya memahami. Padahal, hanya mengunggah menu di Instagram atau Facebook itu tak sepenuhnya bisa diandalkan untuk menggaet konsumen,” ujarnya.

Ia menegaskan, pebisnis harus mau memanfaatkan fitur lain dari media sosial untuk meningkatkan promosinya. Ia mencontohkan, saat ini Instagram sudah menyediakan fitur belanja pada menu pencarian. Meski baru tersedia di beberapa negara, sebenarnya sudah ada fitur memesan makanan langsung dari Facebook dan Instagram, yang akan menyambungkan langsung pada aplikasi lain untuk melakukan transaksi.

“Instagram dan Facebook sudah sangat beradaptasi dengan memberikan layanan di mana pengguna bisa melakukan transaksi atas makanan, buku, dan sebagainya melalui media sosial. Tapi sayangnya, banyak restoran yang belum memahami layanan itu,” imbuhnya.

Jovel menegaskan, pebisnis makanan dan minuman harus mau memaksimalkan promosi melalui media sosial dengan fitur yang beragam, tak hanya 1 atau 2. Menurutnya, jika tak memanfaatkan media sosial dengan baik, maka pebisnis itu sama saja menyia-nyiakan potensi pemasukan yang besar.

“Media sosial sekarang sama saja dengan uang. Tak hanya untuk mengunggah foto, tapi lebih dari itu. Media sosial itu punya nilai uang yang besar, dan akan ada banyak uang yang hilang atau sia-sia jika tidak dimanfaatkan,” pungkas dia.

Sumber:Detik