Ditengah Pandemi Covid-19, Desa Sukamantri Jadi Sentra Tanaman Hias

Berita Populer

Pemuda Pancasila Jonggol Gelar Bakti Sosial Dan Tetap Jadi Kontrol Sosial

JONGGOL-Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Jonggol yang diketuai Indra Taufik, SH melakukan pengukuhan seluruh pengurus ranting se...

Klarifikasi Terkait Penyaluran E-warung di Desa Ciaruteun Udik

CIBUNGBULANG - Klarifikasi terkait pemberitaan yang di langsir dari media online, terkait E- warung yang ada di wilayah Desa...

Lantik Pengurus Ranting Tegal, Ini Pesan Ketua PAC PP Kemang

KEMANG - Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila melaksanakan Rapat Pemilihan Pengurus Ranting Pemuda Pancasila (RPPR PP) Desa Tegal,...

DP Tewas, Teman Kecil Korban Mengaku Kaget

CIBUNGBULANG - Korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam di Jalan...

Pohon Berusia 15 Tahun Tumbang Timpa Tembok Kecamatan Leuwisadeng

LEUWISADENG - Pohon mahoni berusia sekitar 15 tahun tumbang dan menyebabkan tembok kantor Kecamatan Leuwisadeng Roboh pada, Senin...
- Advertisement -

TAMANSARI – Ditengah pandemi Covid-19, mendatangkan rezeki bagi para penjualan tanaman hias di Kecamatan Tamansari. Banyak para petani tanaman hias di Desa Sukamantri, Bupati Bogor Ade Yasin mendorong wilayah Sukamantri jadi Sentra Tanaman Hias.

Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan memelihara tanaman hias bukan hal yang mudah, diperlukan perhatian khusus.

“Saya lebih baik mengelola bunga Bank di bandingkan tanaman hiasan, karena memelihara tanaman hiasan tidak gampang, “ujar Ade Yasin saat berdialog dengan paguyuban para petani tanaman hias.

- Advertisement -

Menurut Ade Yasin, saat berdialog dengan petani rata- rata mengeluhkan persoalan modal, market, dan tempat pameran tanaman hias.

“Persoalan modal bisa lewat bantuan UMKM, tempat pameran juta akan kordinasi dengan Camat dan Kepala Desa lokasinya di mana. Termasuk, infrastruktur Jalan kita mengarahkan mengunakan anggran Satu Miliar untuk memperbaiki akses Jalan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sentra tanaman hias yang ada di Desa Sukamatri yang di berikan pembinaan. Jangan sampai ketika bangsa pasar banyak tetapi stok tanaman hiasnya habis. Sehingga perlu didorong pengembangan kultor jaringan.

- Advertisement -

“Intinya, kita ingin Desa Sukamantri menjadi pusat tanaman hias yang ada di Kabupaten Bogor, ” tegasnya.

Sementara itu, Ketua tanaman hias Sukamantri Imannudin mengatakan, paguyuban tanaman hias di Desa Sukamantri berdiri sejak bulan April 2016, hingga kini.

Dampak Covid 19, tentunya berdampak ke peningkatan jual beli tanaman hias. Namun, untuk pengembangan usahanya tanaman hias terkendala tidak adanya sumur bor, kurangnya pendamping dan pembinaan.

- Advertisement -

“Jumlah paguyuban tanaman hias di Desa Sukamantri ada sekitar 250 orang.
Para petani tanaman hias saat ini butuh dukungan modal, pendamping dari pemerintah,” ungkapnya.

Untuk market, para petani menjual tanaman hias ke luar Negeri, yakni Amerika dan Eropa. Sedangkan tanaman hias yang laku di pasar yakni tanaman jenis variegata, agronema, monstera dan Janda Bolong (JB).

“Kita minta di fasilitas ruang pameran sehingga bisa menjual tanaman hias karena hal tersebut guna membantu pemasaran. Biasanya konsumen datang hari sabtu dan minggu,” tukasnya.

(Fahri/Agung)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Hujan Es, Empat Pohon Tumbang di Leuwiliang

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang robohkan sedikitnya 4 pohon tumbang di jumlah wilayah di Desa Cibeber 2,...

Berita Terkait
publikbicara.com