27 C
Bogor
Selasa, 1 Desember 2020

Masih Banyak Masjid di Bogor Yang Melaksanakan Shalat Tarawih

Berita Populer

Dua Kepala Dinas Akan Bersaksi Dalam Sidang Kasus OTT DPKPP

BANDUNG - Persidangan lanjutan kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor yang kembali digelar di PN Bandung (27/11) dengan pemeriksaan saksi...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor...

JBB Peduli Anak Yatim

CIBUNGBULANG - Ditengah pandemi Covid 19, Jurnalis Bogor Barat (JBB) mengandeng Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Leuwiliang berbagi...

Dapur dan Kolam Ikan Tertutup Material Longsor

NANGGUNG - Curah hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Nanggung menyebabkan tebing persawahan di Kampung Cimanganten RT 01/11, Desa...

Pengerjaan TPT Kali Cidurian Disoal Warga

JASINGA - Pengerjaan proyek pembangunan tebing penahan tanah (TPT) Kali Cidurian yang berada di Kampung Roke, Desa Neglasari...
- Advertisement -

Bogor-Di tengah penye­baran virus corona dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor, nyatanya ma­syarakat masih tidak mengindahkan imbauan pemerintah yang menganjur­kan untuk melakukan ibadah di rumah masing-masing.

Pada malam pertama 1441 Hijriah, di Kota Bogor masih banyak masjid dan musala yang menggelar salat Tarawih berjamaah. Berdasarkan pantauan Metropolitan, masjid yang menggelar salat Tarawih berjamaah di antaranya Masjid At-Taqwa di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Masjid di Kompleks Unitex Tajur dan Masjid Al-Munawar Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan.

Namun, yang mengikuti Tarawih berjamaah ini hanya kaum pria, dan jumlah jamaahnya pun tidak banyak. ”Kami tetap melakukan social distancing dengan menjaga jarak satu meter setiap jamaah,” ujar warga Kelurahan Empang, Kecamatan Selatan, Dede (33), kepada Metropolitan, Kamis (23/4).

- Advertisement -

Saat dikonfirmasi, Camat Bogor Selatan Hidayatullah mengaku sudah melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat. Bahkan ia juga menyebarkan surat edaran dari Menteri Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait imbauan untuk beribadah di rumah.

”Kami sudah sosialisasikan ke yang bersangkutan, tapi pengurus DKM dan tokoh masih tetap melaksanakan Jumatan dan sekarang Tarawih. Jadi itu sudah di luar kewenangan kita untuk memberikan sanksi,” katanya kepada Metropolitan.

Hal senada juga diungkapkan Camat Bogor Timur Abdul Wahid. Ia mengungkapkan bahwa apa yang terjadi di masyarakat merupakan penggambaran dari masyarakat Kota Bogor.

- Advertisement -

Ia juga tidak mau menyinggung soal masalah peribatan karena bisa memicu pertentangan pada masyarakat. ”Sekarang kan yang harus dijaga itu kondusivitas masyarakat. Kalau mereka menggelar Tarawih tapi tetap menjaga jarak, ya mau gimana lagi,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menegaskan bahwa sesuai arahan pemerintah dan anjuran MUI dalam meminimalisasi dampak penularan Covid-19 kepada para ulama dan umat muslim serta SKB Forkopinda, MUI, FKUB, ia memohon keikhlasannya untuk menunda beribadah di masjid sampai situasi aman.

Hal itu dilakukan karena jamaah itu bercampur antara yang muda dengan yang sepuh. Sehingga untuk meminimalisasi terjadinya penyebaran, lebih baik masyarakat ibadah di rumah. ”Insya Allah kalau kita sabar, ikhlas dan disiplin, maka kita berharap tanggal 1 Syawal 1441 H bertepatan dengan 24 Mei 2020 akan aman melaksanakan salat Ied, menyambut Hari Kemenangan,” imbuhnya.

- Advertisement -

Padahal, MUI Kota Bogor sudah secara tegas mengimbau agar masyarakat tidak melakukan ibadah secara berjamaah di tempat-tempat ibadah. Sekretaris Umum MUI Kota Bogor Ade Sarmili menerangkan bahwa sejauh ini MUI hanya mengikuti protokol yang sudah dikeluarkan pemerintah, yang berpedoman pada peraturan PSBB. ”Ini bukan berarti menghilangkan esensi dalam beribadah, tapi kami kan berupaya untuk menghentikan penyebaran virus corona,” katanya.

Ade Sarmili juga menerangkan bahwa yang berbahaya adalah ketika salah satu jamaah yang menjadi carrier menyebarkan virusnya saat tengah mengikuti proses ibadah. ”Kami sih berharap warga mau mengikuti anjuran agar penyebaran ini bisa dihentikan secepatnya agar kita bisa beribadah lagi secara leluasa,” pungkasnya.

Sumber:Metropolitan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Iryanto : Saya Tidak Pernah Menerima Uang Seperti Yang Dituduhkan Dalam Kasus OTT DPKPP

BOGOR - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) yang dilakukan oleh Satreskrim...

Pengerjaan TPT Kali Cidurian Disoal Warga

JASINGA - Pengerjaan proyek pembangunan tebing penahan tanah (TPT) Kali Cidurian yang berada di Kampung Roke, Desa Neglasari , Kecamatan Jasinga disoal warga...

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Akan Panggil Kepala UPT VI PUPR

CIGUDEG - Proyek pembangunan jalan Cigudeg-Kiarasari menjadi sorotan warga sekitar, pasalnya pelaksanaan pengerjaan jalan sepanjang 2,1 Kilometer berubah menjadi 1,7 Kilometer. Menanggapi hal tersebut, Anggota...

Tim Gabungan KLHK “Gerebek” Galian Tambang Rumpin

RUMPIN - Sebuah lokasi galian C yang ada di wilayah Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin di "gerebek" tim gabungan penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA) dari...

Warga Keluhkan Kenapa Pekerjaan Jalan Cigudeg-Kiarasari dipangkas

CIGUDEG-Pembangunan ruas jalan Cigudeg-Kiarasari di Kampung warung dua sampai kampung Juga Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg sepanjang 2,1 kilometer mendapat sorotan dari masyarakat sekitar. Musababnya...

Berita Terkait
publikbicara.com