23.7 C
Bogor
Kamis, 25 Februari 2021

Singapura Luncurkan Hotel Yang Aman dari Corona

Berita Populer

Satpol PP Kabupaten Bogor Bersihkan Ratusan PKL Liar Pasar Leuwiliang

LEUWILIANG-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor hancurkan ratusan pedagang kaki lima yang berada di bahu jalan raya...

Pemdes Sadeng Bantu Produksi Anyaman Bambu Mista

LEUWISADENG - Mista (51) diusianya yang tidak lagi muda ia masih tinggal sebatang kara di dalam rumah panggung di...

Seseorang Tak Dikenal Mengamuk Di DPKPP Kab Bogor Satu Security Wanita Luka Di Wajah

BOGOR-Kejadian tak terduga terjadi di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor pada hari ini, 22 Februari...

Miris! Di Wilayah Tambang Emas Nenek Ane Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Miris! Seoang janda berusia sekitar 50 tahun tinggal sendiri di rumah bilik bambu beralaskan tanah di Kampung...

Carut Marut Proyek Renovasi Stadion Pakansari, DPRD Panggil Kadispora

CIBINONG-Carut marut pelaksanaan proyek renovasi stadion Pakansari, Cibinong berbuntut panjang, DPRD Kabupaten Bogor dalam menjalankan fungsi pengawasannya memanggil Kepala...
- Advertisement -

JAKARTA — Singapura pada hari Kamis (18/2) meluncurkan hotel dan kompleks pertemuan yang diklaim aman dari virus Corona, di mana pengunjung berkomunikasi melalui interkom melalui panel kaca, sebagai usaha pusat keuangan Asia itu membuka diri untuk bisnis kepada dunia.

Pelancong bisnis jangka pendek ke Singapura akan dapat menghindari aturan karantina resmi 14 hari jika mereka menginap di Connect @ Changi, fasilitas yang dibangun khusus di dekat Bandara Changi.

Namun, mereka akan diminta untuk tetap berada di dalam fasilitas selama masa tinggal mereka untuk mencegah kemungkinan penularan ke komunitas yang lebih luas.

- Advertisement -

Setelah menutup sebagian besar perbatasannya selama berbulan-bulan, Singapura, yang merupakan rumah bagi kantor pusat banyak perusahaan internasional di Asia, akan segera mengizinkan para pelancong bisnis dari penjuru dunia sebagai bagian dari upaya untuk memulihkan perekonomian yang lesu selama pandemi.

Negara kota itu mengalami resesi terburuk pada tahun lalu ketika perjalanan global terhenti, dengan kedatangan pengunjung internasional turun menjadi hanya 2,7 juta dari 19,1 juta di sepanjang 2019.

“Dimulainya kembali perjalanan bisnis dan pertemuan internasional penting untuk mendorong pemulihan ekonomi, di Singapura dan kawasan,” kata Wakil Perdana Menteri Heng Swee Keat, seperti yang dikutip dari AFP pada Selasa (23/2).

- Advertisement -

Ini akan “mempertahankan peran kami sebagai pusat bisnis global”, tambahnya pada peluncuran kompleks, yang dijadwalkan menerima tamu pertamanya pada bulan Maret.

Setibanya di bandara, para tamu akan “berada dalam gelembung” – artinya mereka dites lalu diangkut ke fasilitas tersebut.

Kompleks ini awalnya akan memiliki 150 kamar tamu yang kemudian akan diperluas menjadi 660, masing-masing dengan rak di luar tempat staf dapat meninggalkan makanan tanpa harus bersentuhan dengan tamu.

- Advertisement -

Lampu merah tetap menyala di luar kamar tamu, sampai tes mereka kembali negatif dan kemudian mereka dapat menjalankan bisnis mereka di dalam kompleks.

Mereka dites secara teratur selama tinggal dan sebelum keberangkatan.

Awalnya, pusat tersebut akan memiliki 40 ruang pertemuan di mana ruang pertemuan dipisahkan oleh panel kaca dan komunikasi dilakukan interkom untuk mengurangi risiko transmisi.

Ini nantinya akan diperluas menjadi 170 ruang pertemuan, di mana para pebisnis dapat bertemu dengan para pebisnis lainnya, baik dari dalam maupun luar Singapura.

Sebuah perusahaan teknologi medis yang berbasis di Singapura telah memesan fasilitas tersebut untuk 30 eksekutif seniornya.

Sumber :Cnn Indonesia

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Kisah Janda Tua Yang Tinggal di Rumah Beralaskan Tanah

NANGGUNG - Seorang warga miskin terdampak, Nenek Ane (50 tahun) seorang janda yang tinggal di rumah reyot berdinding bilik...

Berita Terkait
publikbicara.com