25 C
Bogor
Selasa, 26 Januari 2021

Kades Terpapar Covid-19, Warga di Desa Rancabungur Antre Berdesakan Cairkan BST

Berita Populer

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor Meninggal Dunia Karena Covid-19

JAKARTA - Kabar duka datang dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Kepala Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor meninggal...

Dugaan Pemotongan Dana Bantuan Bencana, Ini kata PJS Kades Harkat Jaya

SUKAJAYA - PJS Kepala Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya angkat bicara perihal adanya dugaan pemotongan bantuan bencana dari BPBD Kabupaten...

Kritik Bupati “Mohon maaf jalan sedang diperbaiki, tapi bohong”

BOJONGGEDE - Di Kabupaten Bogor, Jawa barat selalu ada hal yang unik mengkritik Pemerintah. Seperti warga Pabuaran, Kecamatan Bojong...

Diduga Disunat, Warga Harkat Jaya Pertanyakan Nominal Bantuan Bencana

SUKAJAYA - Warga Kampung Cikaung, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya penerima bantuan rehabilitasi rumah warga terdampak bencana alam yang terjadi...

Pemdes Leuwiliang Bongkar Puluhan Warung Dekat Terminal Diduga Dijadikan Warem

LEUWILIANG --Dibantu Anggota Pol PP Kecamatan pemerintah Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Minggu (24/1/2021) membongkar puluhan warung dekat kawasan Terminal...
- Advertisement -

RANCABUNGUR – Pemerintah gencar-gencarnya melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk menekan angka penyebaran virus Covid 19. Hal itu nampaknya tidak berlaku di Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.

Di lokasi terlihat antrean masyarakat saat akan mencairkan bantuan sosial tunai (BST). Masyarakat sama sekali tidak takut akan penyebaran Covid-19 dengan berkerumun menunggu antrean. Dugaan masyarakat minim sosialisasi PPKM. Padahal seperti diketahui Kepala Desa Rancabungur, Sumantri saat ini terpapar Covid 19 dan diisolasi di RSUD Cibinong.

“Iya saya juga khawatir dengan antrean ini. Saya akan menegur warga saya juga baru datang. Iya menurut staf Kepala Desa terkena gejala covid 19,” ujar Sekdes Desa Ramcabungur M. Yanto.

- Advertisement -

Di lokasi yang sama salah satu warga yang ikut mengantre Susi mengatakan, dirinya tidak mengetahui antrean akan sepanjang ini. Dirinya datang antrean sudah panjang dan padat. Dirinya juga takut akan terpapar covid 19 karena kerumunan warga yang padat.

“Takut sih takut ya mau gimana lagi, saya datang sudah panjang antreanya. Makanya masker saya tidak dilepas. Seharusnya untuk menghindari penumpukan warga pihak desa membagi waktu,” pungkasnya.

(Cep Rendra)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Mendag Isyaratkan Perdagangan RI Tahun Lalu Terseok-seok

JAKARTA -- Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengisyaratkan perdagangan RI pada tahun lalu terseok-seok. Ibarat kata, mengikuti lomba lari jarak...

Ahli Kesehatan Khawatir Ancaman Virus Nipah Jadi Pandemi Berikutnya

JAKARTA -- Para ahli kesehatan di dunia khawatir dengan ancaman virus Nipah sebagai pandemi berikutnya setelah Covid-19 yang masih berlangsung. Berikut gejala virus Nipah,...

Pesan Berantai Soal Vaksin Covid-19 Sinovac Bisa Rusak Otak Adalah Hoaks

JAKARTA -- Beredar pesan berantai bahwa vaksin Covid-19 asal Sinovac yang dipakai Indonesia dan sudah disuntikkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbahaya karena bisa...

Pengurus Katar Cibungbulang Resmi dikukuhkan

CIBUNGBULANG - Setelah dilantik, pengurus Karang Taruna (Katar) Kecamatan Cibungbulang melakukan pengukuhan anggota masa bakti 2021-2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cibungbulang, Selasa...

Usai Dilantik Jokowi, Komjen Listyo Gelar Upacara Sertijab

JAKARTA - Polri mengatakan Komjen Listyo Sigit Prabowo akan melaksanakan upacara tradisi serah terima Panji Polri Tribrata di ruang Rupatama Mabes Polri, usai dilantik...

Berita Terkait
publikbicara.com