28.5 C
Bogor
Senin, 30 November 2020

Susah Sinyal, Di Leuwisadeng Hanya Bisa Nonton TVRI Doang..

Berita Populer

Dua Kepala Dinas Akan Bersaksi Dalam Sidang Kasus OTT DPKPP

BANDUNG - Persidangan lanjutan kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor yang kembali digelar di PN Bandung (27/11) dengan pemeriksaan saksi...

Video penangkapan Pelaku Kriminal di Jasinga Kagetkan Warga Jasinga

JASINGA - Beredar video penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian, yang terjadi di wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor. Dari rekaman video yang...

Hasil Swab Test, Penghuni Komplek Lapsus Gunsin Dinyatakan Negatif

GUNUNGSINDUR - Pasca swab test serentak yang dilakukan oleh lembaga pemasyarakatan khusus kelas IIA Gunung Sindur oleh tim kesehatan...

Majlis Zikir As Syaechudiniyah Adakan Maulid Nabi Muhammad SAW

LEUWISADENG - Majlis Zikir As Syaechudiniyah dibawah bimbingan Syaikh Al Waasi' Achmad Syaechudin bin H. Aminudin mengadakan perayaan Maulid...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor...
- Advertisement -

LEUWISADENG – Masyarakat Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, yang ingin menonton televisi dipastikan harus memasang antena parabola atau berlangganan dengan provider TV.  

Sebab, sudah puluhan tahun di wilayahnya tidak ada sinyal jaringan televisi.

Hal itu membuat masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah kewalahan untuk dapat menikmati siaran televisi.

- Advertisement -

“Mana dapat di sini kalau nggak pakai parabola. Paling cuma TVRI lah yang dapat,” ujar Ina  warga Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng.

Ia mengherankan kenapa di Desa Sadeng sinyal televisi tak dapat diraih tanpa memasang parabola. 

“Iya, aneh memang. Tapi memang dari dulu. Kalau dipikir-pikir televisi itu kan gunanya untuk mencerdaskan masyarakat. Nah, bagaimana kita mau cerdas kalau nonton tivi aja nggak bisa, harus numpang tempat tetangga dulu,” ujarnya.

- Advertisement -

Senada, warga Sadeng,  Fahri. Ia menilai pemerintah Kabupaten Bogor acuh terhadap hal itu. 

Menurutnya, jika keadaan diatasi sejak dulu, masyarakat Desa Sadeng tak harus mengeluarkan biaya lebih hanya untuk menonton TV.

“Kalau beli TV, harus dengan antena parabola. Kalau ga pake parabola, hanya bisa nonton TVRI saja, sedangkan TV Swasta lainya tidak bisa,” ungkapnya.

- Advertisement -

Sedangkan untuk membeli antena parabola  bisa mencapai Rp 700 Ribu. Belum, beli TV nya. Sulitnya mencari sinyal siaran TV bukan hanya di Desa Sadeng saja, tetapi di Desa Babakan Sadeng mengalami hal yang sama.

“Bagi masyarakat kecil, bisa membeli tv saja sudah alhamdulilah. Ini harus dengan antena parabolanya  kan repot,” tukasnya. (Tama).

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor...

Hasil Pekan ke-9 Liga Italia

JAKARTA - AC Milan masih belum tergoyahkan di puncak klasemen sementara Liga Italia. Sementara Inter Milan mulai menyusul di belakang sang rival sekota. Giornata 9...

RK Kembali Perpanjang PSBB Proposional di Bodebek Sampai 23 Desember

BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proporsional di wilayah Bodebek meliputi Kota/Kabupaten Bogor, Kota Depok,...

Habib Rizieq Shihab Penuhi Panggilan Polisi,Massa 212 Bakal Kawal

JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jendral Persaudaraan Alumni PA 212, Novel Bamukmin menyatakan massa pendukung gerakan ini berencana turun ke jalan jika pentolan Front Pembela...

Riza Patria Positif Covid-19, Gedung B Balai Kota DKI Ditutup Sementara

JAKARTA -- Gedung B di kawasan Balai Kota DKI Jakarta ditutup untuk sementara. Langkah ini dilakukan setelah (Covid-19). "Iya ," kata Penjabat Sekretaris Daerah...

Berita Terkait
publikbicara.com