33.6 C
Bogor
Selasa, 24 November 2020

Kini Pak RT Kembali Usir Perawat

Berita Populer

Mantan Sekdis Mampir Dulu Ke Kantor DPKPP Sebelum Pulang Kerumah

BOGOR - Senin pagi (23/11) terlihat beberapa anggota keluarga dan Kuasa Hukum mantan sekretaris DPKPP, Iryanto yang sudah 9...

Hendak Nyalip, Satu Pengendara Motor Tewas Ditempat

LEUWISADENG - Hendak menyalip sebuah motor mengalami kecelakaan dengan bus Damri di jalan raya Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng pada pukul...

Dinilai Merugikan Konsumen, PLN ULP Leuwiliang di Soal

CIBUNGBULANG- Perusahaan Listrik Negara (PLN) Uunit Layanan Pelanggan (ULP) Leuwiliang tidak tanggung-tanggung meminta kepada salah satu konsumen yang  harus...

Puluhan Ibu-Ibu Datangi Kantor Desa Banyuwangi Pertanyakan BST

CIGUDEG - Puluhan warga keluarga penerima manfaat (KPM) yang didominasi kaum Ibu-ibu datangi kantor Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, pertanyakan...

Tingkatkan Ekonomi Warga Ditengah Pandemi Covid-19, Edot Kembangkan Ternak Ayam Kampung

LEUWISADENG – Berawal dari ketekunan dan kreatifitas, salahsatu warga di Kampung Sinarjaya, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng libatkan para anak...
- Advertisement -

Palembang – Kejadian pengusiran tenaga medis kembali terjadi, karena ketakutan tertular Corona Covid-19. Kali ini dialami oleh enam orang perawat, yang bekerja di Rumah Sakit (RS) Siloam Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).

Pengusiran para perawat yang menjadi garda depan penanganan pasien Covid-19 ini, terjadi pada hari Sabtu (18/4/2020) sore, di Kelurahan Sungai Pangeran, Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang.

Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPN) Sumsel Subhan mengatakan, dia bersama pengurus DPW PPNI Sumsel langsung menemui keenam perawat tersebut, yang sudah diinapkan di Mess RS Siloam Palembang.

- Advertisement -

Dari penuturan para perawat, sekitar pukul 14.00 WIB ibu kos menelepon mereka jika Ketua RT da pihak kelurahan mengimbau agar mereka tidak keluar masuk kos. Karena ada salah satu perawat yang ngekos di lokasi tersebut terjangkit Covid-19, dan sudah diisolasi sejak empat hari sebelumnya.

“Sudah dijelaskan ke ibu kos kalau mereka tidak mungkin tidak ke luar kos, karena masih harus bekerja. Perawat itu juga sudah menginfokan jika mereka negatif Covid-19, karena sudah melewati proses screening dan rapid test,” ucapnya, Minggu (19/4/2020).

Ibu kos akhirnya memahami dan akan menjelaskan ke pihak RT dan kelurahan di Palembang. Jika anak kos mereka tersebut, tidak terjangkit Corona Covid-19.

- Advertisement -

Sekitar pukul 17.00 WIB, para perawat yang sedang beristirahat di dalam kamar kos tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan para pria di depan rumah kosnya. Saat dilihat, mereka ternyata adalah Ketua RT dan warga setempat yang semuanya laki-laki.

“Kawan kamu ada yang positif di Siloam. Kamu tidak boleh keluar di sini, kalau keluar tidak boleh balik lagi ke sini. Seperti itu disampaikan Ketua RT setempat, dengan nada yang marah,” ucapnya.

Para perawat tersebut berusaha menjelaskan ke para warga, jika mereka tidak terjangkit Corona Covid-19. Namun Ketua RT dan para warga sekitar tidak menghiraukan. Para perawat itu pun langsung masuk ke dalam kamar kos kembali.

- Advertisement -

Keenam perawat perempuan tersebut, akhirnya menghubungi pihak managemen RS Siloam Palembang dan menjelaskan kejadian yang mereka alami. Lalu, 2 orang perawat memesan taksi online dan pergi ke luar kos.

“Di luar kos ternyata masih ada Ketua RT dan para warga tersebut. Para warga pun bilang jika mereka ke luar rumah, tidak usah kembali lagi. Sekitar pukul 19.00 WIB, baru datang mobil RS Siloam Palembang yang menjemput empat orang perawat lainnya di kos,” katanya.

Subhan pun menyayangkan tindakan intimidasi yang dilakukan warga tersebut. Padahal para perawat tersebut, sudah berjuang mati-matian untuk menyembuhkan pasien positif Corona Covid-19.

Diungkapkan Direktur Medik dan Pelayanan RS Siloam Palembang Anton Suwindro, setelah menerima laporan tersebut, pihak rumah sakit langsung menginapkan para perawat di RS Siloam Palembang untuk sementara waktu.

Dia berharap kepada warga Sumsel, agar bisa menghapus stigma negatif, terutama kepada petugas medis dari garda terdepan yang melayani pasien.

“Beri perhatian dan dukungan lebih besar. Pemerintah bersama dinas lain agar bisa menyediakan tempat tinggal sementara, selama wabah ini berlangsung. Jadi mereka bisa menjalani hidup mereka seperti biasa,” katanya.

Sumber : liputan6.com

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

70 Calon Pilkada Positif Covid-19

Jakarta -- Sebanyak 70 orang calon kepala daerah yang ikut serta dalam Pilkada 2020 dinyatakan positif virus corona (Covid-19) selama menjalani tahapan di tengah...

Ibu Tega Siksa Bayinya Karena Suami Tidak Adil

Jakarta -- Polisi menetapkan seorang ibu berinisial LQ sebagai tersangka karena menyiksa buah hatinya, AJ yang masih berusia 1 tahun 8 bulan. Rekaman penyiksaan...

Tepis Isu Pemotongan RTLH di Desa Tapos Kecamatan Tenjo, Kades angkat Bicara

TENJO - Terkait adanya tudingan terhadap Kepala Desa Tapos, Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor, Ratma Wijaya Menepis dugaan pemotongan dana Rumah Tidak Layak...

Ditengah Pandemi Covid-19, Kang Batak Bagi-bagi Ribuan Masker

LEUWISADENG - Ditengah pandemi covid-19 calon kades sadeng H. Yanuar Lesmana mengadakan silaturahmi kepada masyarakat dengan cara Mapay Lembur sekaligus sosialisasikan kartu Sadeng Sehat...

Berita Terkait
publikbicara.com