Beranda Daerah Tingkatkan Efisiensi Jaringan Air, Karyawan Tirta Pakuan Bakal Menimba Ilmu ke Korea

Tingkatkan Efisiensi Jaringan Air, Karyawan Tirta Pakuan Bakal Menimba Ilmu ke Korea

Publikbicara.com – Pemkot Bogor menyiapkan program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Perumda Tirta Pakuan melalui pelatihan pengelolaan jaringan air minum berbasis teknologi di Republik Korea.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menekan angka kehilangan air sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan penguatan kemampuan karyawan menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi pengelolaan air minum.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan publik harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Dedie berharap kesempatan belajar di Korea Selatan tidak sekadar menjadi agenda pelatihan, tetapi mampu menghasilkan perubahan nyata dalam sistem operasional Tirta Pakuan.

“Peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Kita membutuhkan karyawan yang mampu menguasai teknologi, memahami persoalan di lapangan, dan memberikan solusi. Karena itu, kesempatan belajar di Republik Korea ini harus menjadi bekal untuk memperbaiki pelayanan air minum bagi warga Kota Bogor,” ujar Dedie dikutip dari laman Pemkot Bogor, Sabtu (31/10).

Program tersebut merupakan bagian dari Green Transition Initiative (GTI) yang mencakup penyusunan studi pra-kelayakan dan perencanaan Smart Water Management atau pengelolaan air berbasis teknologi pintar di lingkungan Perumda Tirta Pakuan.

Melalui program ini, karyawan akan mendapatkan penguatan kapasitas dalam pengelolaan jaringan distribusi, analisis data operasional, serta penentuan wilayah prioritas untuk penanganan kehilangan air.

Salah satu sasaran utama program GTI adalah menurunkan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) hingga di bawah 20 persen. Bahkan, proyek percontohan ditargetkan mampu mencapai angka sekitar 15 persen.

Untuk mencapai target tersebut, program akan diawali dengan survei kondisi awal, investigasi lapangan, analisis data, hingga penyusunan rencana penanganan pada zona jaringan yang menjadi prioritas.

READ  Kebakaran TPAS Galuga Jadi Sorotan, Wamen LH Dorong Pembasahan Lahan Berkala

Dedie menegaskan, pengetahuan yang diperoleh para peserta harus ditransfer kepada karyawan lainnya agar manfaat pelatihan dapat dirasakan secara luas di lingkungan perusahaan daerah tersebut.

“Ilmu yang diperoleh harus diterapkan dan dibagikan kepada rekan-rekan kerja. Kita ingin hasilnya nyata: penanganan kehilangan air semakin baik, kerja semakin efisien, dan pelayanan kepada masyarakat semakin andal,” katanya.

Selain peningkatan kapasitas SDM, GTI juga mencakup penyusunan model bisnis untuk zona prioritas serta kajian kebutuhan investasi. Sejumlah alternatif pembiayaan turut dipertimbangkan, mulai dari hibah, kemitraan pemerintah dengan badan usaha, hingga skema pinjaman.

Pelaksanaan program ini melibatkan kementerian terkait dari Indonesia dan Republik Korea. Sementara proyek dijalankan oleh Hankuk Engineering Consultants bersama Korea Water Partnership (KWP), dengan dukungan sejumlah lembaga teknis pengelolaan air di Korea.

Pemkot Bogor berharap kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan air minum yang lebih modern dan berkelanjutan.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPersik Kediri Menelan Kekalahan Telak, Persita Bawa Pulang Tiga Poin
Artikulli tjetërPembuangan Limbah Misterius Kembali Terjadi di Wilayah Cigudeg