Beranda Daerah Indonesia Youth Summit 2026, Wamendagri Dorong Pemuda Jadi Motor Perubahan Bangsa

Indonesia Youth Summit 2026, Wamendagri Dorong Pemuda Jadi Motor Perubahan Bangsa

Publikbicara.com – Pemerintah mendorong bonus demografi Indonesia tidak hanya menjadi keunggulan dari sisi jumlah penduduk usia produktif, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi pemimpin yang berkualitas untuk membawa bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus saat menghadiri Indonesia Youth Summit 2026 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jumat (30/10/2026).

Menurut Wiyagus, generasi muda, khususnya kelompok milenial dan Generasi Z, memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan nasional. Karena itu, potensi demografi harus diikuti dengan peningkatan kapasitas kepemimpinan, integritas, inovasi, serta kemampuan menghadapi berbagai persoalan.

Ia menilai, bonus demografi akan kehilangan makna apabila tidak dimanfaatkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mengambil peran dalam pembangunan.

“Bonus demografi tidak boleh lewat begitu saja, tapi harus memberikan dividen kepemimpinan, kepemimpinan yang adaptif, inovatif, kemudian juga bisa menyelesaikan permasalahan minimal di tempat kita masing-masing,” ujar Wiyagus.

Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus juga mengingatkan kembali peran penting generasi muda dalam perjalanan sejarah bangsa. Ia mencontohkan Kebangkitan Nasional 1908 dan Kongres Pemuda II 1928 yang turut digerakkan anak-anak muda berusia sekitar 18 hingga 28 tahun.

Menurutnya, semangat persatuan yang ditunjukkan para pemuda pada masa itu perlu menjadi inspirasi bagi generasi sekarang. Terlebih, Indonesia Youth Summit 2026 menghadirkan perwakilan pemuda dari 38 provinsi yang mencerminkan keberagaman sekaligus potensi kekuatan anak bangsa.

Namun, tantangan generasi muda saat ini dinilai semakin kompleks. Perubahan global, derasnya arus informasi, serta perkembangan persoalan yang tidak selalu dapat diprediksi menuntut pemuda memiliki daya tahan, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk berkolaborasi.

READ  Atasi Banjir dan Macet, Pemerintah Perkuat Dewan Kawasan Aglomerasi Jakarta

Wiyagus juga menyoroti pentingnya membangun budaya membaca agar generasi muda tidak sekadar menerima informasi, tetapi mampu memahami, mengkritisi, dan memilah informasi secara tepat.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa pengembangan kapasitas pemuda membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah daerah. Hal tersebut sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia, termasuk pemberdayaan pemuda, sebagai salah satu agenda prioritas nasional.

Wiyagus menjelaskan, urusan kepemudaan merupakan urusan wajib pemerintah daerah yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar. Dengan demikian, program pemberdayaan pemuda perlu dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, termasuk rencana strategis organisasi perangkat daerah (Renstra OPD).

Dukungan tersebut juga harus diwujudkan melalui pengalokasian anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga pembinaan dan pemberdayaan pemuda tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Dalam pelaksanaannya, Kemendagri berperan sebagai pembina umum penyelenggaraan pemerintahan daerah, sementara Kemenpora menjalankan fungsi pembinaan teknis kepemudaan. Kedua kementerian siap memperkuat sinergi agar program pemberdayaan pemuda dapat menjangkau berbagai daerah.

Wiyagus turut mendorong pemerintah daerah membangun ekosistem kepemudaan dengan melibatkan DPRD, akademisi, media, tokoh agama, masyarakat, hingga komunitas pemuda.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting untuk membuka ruang bagi anak muda dalam menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, serta melahirkan gagasan dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Kolaborasi ini harus menjadi ruang nyata bagi para pemuda, bukan hanya sifatnya seremonial,” tegasnya.

Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi tampil sebagai bagian dari solusi dan calon pemimpin yang mampu membawa perubahan.

Melalui penguatan kepemimpinan, kolaborasi, dan dukungan kebijakan pemerintah, bonus demografi diharapkan menjadi modal strategis dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaya saing pada 2045.

READ  AHY Buka Suara soal Mati Listrik Massal di Sumatera, PLN Masih Selidiki Penyebab

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakEvaluasi Pelaksanaan MBG, Rudy Susmanto Minta Seluruh SPPG Utamakan Keselamatan Penerima Manfaat
Artikulli tjetërPembangunan Eks Pendopo Kewedanaan Jasinga: Katanya Dibangun dengan Uang Rakyat, Mengapa Justru Terasa Jauh dari Rakyat?