Beranda Ekonomi Indonesia Perkuat Peran di BRICS, Bidik Kolaborasi Ekonomi hingga Energi

Indonesia Perkuat Peran di BRICS, Bidik Kolaborasi Ekonomi hingga Energi

Publikbicara.com – Indonesia menegaskan posisi strategisnya dalam mendorong penguatan peran negara-negara berkembang di tengah dinamika geopolitik global dalam pertemuan BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, India, 14 Mei 2026.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengatakan nilai utama BRICS terletak pada kemampuannya memperkuat suara negara berkembang dalam membentuk tatanan dunia masa depan yang lebih adil dan inklusif.

“Nilai terbesar BRICS terletak pada penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global masa depan,” ujar Sugiono dalam forum yang menjadi bagian menuju KTT BRICS ke-18 seperti dikutip dari laman resmi Kemenlu, Selasa (19/5).

Pertemuan tahun ini berlangsung di bawah keketuaan India dengan mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability. Tahun 2026 juga menjadi momentum 20 tahun pembentukan BRICS sejak pertama kali dibentuk pada 2006.

Dalam forum tersebut, Sugiono berbicara pada dua sesi utama, yakni pembahasan isu global dan regional serta penguatan kerja sama BRICS menghadapi tantangan masa depan.

Indonesia menekankan bahwa BRICS sebagai representasi kekuatan Global South harus aktif menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, termasuk dengan mendorong penegakan hukum internasional secara adil tanpa standar ganda.

Pemerintah Indonesia juga kembali menyuarakan dukungan penuh terhadap perjuangan Palestina dan implementasi Solusi Dua Negara.

Selain itu, Sugiono secara khusus menyinggung gugurnya empat personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Indonesia meminta adanya akuntabilitas penuh terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Menurut Indonesia, keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan prinsip mendasar yang tidak dapat ditawar.

Di bidang ekonomi global, Indonesia mendorong reformasi tata kelola internasional, termasuk sistem perdagangan dunia yang lebih terbuka, inklusif, dan non-diskriminatif dengan World Trade Organization (WTO) sebagai fondasi utama.

READ  Assist Penentu, Pereira Jadi Man of the Match Saat Dewa United Tundukkan Semen Padang

Indonesia juga menyambut penguatan New Development Bank (NDB) dan menyatakan tengah menyelesaikan proses internal untuk bergabung dengan lembaga pembiayaan tersebut.

Ke depan, Indonesia memandang BRICS sebagai ruang strategis untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, energi, perubahan iklim, kesehatan, hingga reformasi tata kelola global.

Saat ini, BRICS merepresentasikan sekitar 45 persen populasi dunia dan menyumbang sekitar 28 hingga 30 persen total produk domestik bruto global.

BRICS FMM menjadi salah satu agenda penting menjelang Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 yang dijadwalkan berlangsung pada 12 – 13 September 2026 di New Delhi, India.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakATR/BPN Ingatkan Risiko Sengketa Saat Hibah Tanah ke Anak, Ini Tahapan Balik Nama Sertipikat
Artikulli tjetërSatgas Haji Polri Gagalkan Keberangkatan 32 Calon Haji Non-Prosedural