Publikbicara.com – Kolaborasi antara akademisi, sekolah, dan komunitas seni melahirkan buku bertema integrasi kearifan lokal dalam pendidikan modern yang resmi diluncurkan di Jasinga, Kabupaten Bogor.
Peluncuran buku ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi, budaya, dan inovasi pendidikan, sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang mendorong sinergi lintas sektor dalam dunia pendidikan.
Dalam pengembangannya, Universitas Pakuan berperan memberikan dukungan akademik dan kajian ilmiah guna memastikan materi kearifan lokal dapat diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran.
Sementara itu, SMAN 1 Jasinga menjadi mitra implementasi dengan menyediakan ruang praktik pembelajaran berbasis budaya di tingkat pendidikan menengah.
Sekolah ini juga menjadi lokasi uji coba penerapan modul yang disusun dalam buku tersebut.
Kontribusi lain datang dari Grup Kesenian Bilik Jasinga yang menghadirkan praktik nyata pelestarian budaya, khususnya seni tradisi karinding. Aktivitas kelompok seni tersebut dijadikan studi kasus dalam buku untuk menunjukkan bagaimana kesenian lokal dapat diadaptasi ke dalam proses pembelajaran di kelas.
Tim penyusun menyebut buku ini ditujukan bagi pendidik, pelajar, dan pemerhati pendidikan yang memiliki perhatian terhadap penguatan identitas budaya melalui sistem pendidikan.
“Buku ini diharapkan menjadi kontribusi dalam memperkuat identitas bangsa sekaligus membuka wawasan global melalui integrasi seni, sains, dan pendidikan,” demikian tertulis dalam pengantar buku.
Ke depan, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah dan perguruan tinggi lain dalam mengembangkan model pembelajaran berbasis kearifan lokal tanpa mengabaikan standar akademik dan tuntutan global.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













