Beranda Internasional Bangkit dari Tekanan, Ana/Trias Balikkan Keadaan dan Melaju ke Final Australian Open...

Bangkit dari Tekanan, Ana/Trias Balikkan Keadaan dan Melaju ke Final Australian Open 2026

Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari berhasil lolos ke partai final Australian Open 2026. Dok: PBSI.

Publikbicara.com – Pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, memastikan tempat di final Australian Open 2026 setelah menundukkan wakil Chinese Taipei, Hsu Yin-Hui dan Lin Jhih Yun, dalam laga semifinal yang berlangsung ketat, Jumat (12/6).

Unggulan ketujuh itu harus bekerja keras sebelum mengamankan kemenangan 15-21, 21-14, 21-10.

Sempat kehilangan gim pembuka, Ana/Trias mampu mengubah jalannya pertandingan dan tampil dominan pada dua gim berikutnya.

Meilysa mengakui dirinya dan pasangan belum mampu menjalankan strategi dengan baik pada awal pertandingan. Kondisi tersebut membuat lawan lebih leluasa mengendalikan permainan hingga merebut gim pertama.

Namun, perubahan taktik dan peningkatan konsistensi menjadi titik balik bagi pasangan Indonesia. Memasuki gim kedua dan ketiga, Ana/Trias berhasil memaksakan pola permainan yang mereka inginkan sehingga perlahan mengambil alih kendali laga.

“Alhamdulillah bisa menang dan ke final. Di gim pertama permainan belum sesuai dengan yang direncanakan, tetapi di gim kedua dan ketiga kami bisa menerapkan permainan yang kami inginkan,” ujar Meilysa dikutip dari laman resmi PBSI.

Keberhasilan menembus partai puncak menjadi pencapaian penting bagi Ana/Trias yang kembali memiliki kesempatan memperebutkan gelar di turnamen ini.

Meski demikian, Meilysa menegaskan fokus mereka belum selesai karena masih ada satu pertandingan penentu yang harus dijalani.

Sementara itu, Febriana menilai lawan tampil lebih siap dibanding pertemuan sebelumnya. Hsu/Lin disebut telah mempelajari pola permainan mereka sehingga mampu mendikte tempo pada awal pertandingan.

Menurut Febriana, kunci kebangkitan Ana/Trias terletak pada kemampuan beradaptasi setelah kehilangan gim pertama. Setelah menemukan formula yang tepat untuk meredam permainan lawan, pasangan Indonesia tampil semakin percaya diri dan sulit dibendung.

READ  Raih Penjualan Tertinggi, Binaan UMKM PLN UID Jakarta Raya Paling Laris di Bazar Merdeka Kementerian BUMN

“Kami sempat terbawa ritme permainan mereka. Setelah itu kami menemukan cara yang tepat untuk bangkit dan mengubah keadaan,” kata Febriana.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPesta Gol Amerika Serikat Warnai Awal Persaingan Grup D Piala Dunia 2026
Artikulli tjetërDiduga Sopir Mengantuk, Truk Muatan Sabun Terguling di Ciampea