Publikbicara.com – Dampak musim kemarau panjang 2026 kembali dirasakan masyarakat di wilayah barat Kabupaten Bogor. Ratusan warga Kampung Pabuaran RT 01 RW 02, Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, harus mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih yang didistribusikan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Cabang Pelayanan Lewiliang.
Sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan menggunakan dua mobil tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter. Air yang baru tiba langsung diserbu warga yang telah membawa jeriken, ember, hingga drum penampungan. Dalam waktu singkat, seluruh pasokan habis terbagi kepada warga.
Manager Cabang Pelayanan Lewiliang, Dani Prasatiya, mengatakan distribusi bantuan tersebut merupakan respons atas krisis air bersih yang kembali terjadi akibat minimnya curah hujan.
Menurutnya, dalam sepekan terakhir pihaknya telah empat kali mengirim bantuan air ke wilayah terdampak.
“Kalau tidak turun hujan selama tiga hari saja, warga langsung mengalami kekeringan. Persoalan ini tidak bisa ditopang sendiri, tetapi membutuhkan solusi bersama agar tidak terus berulang setiap musim kemarau,” ujar Dani, Kamis (9/7/2026).
Kondisi serupa diungkapkan Ketua RT 01 RW 02 Kampung Pabuaran, Ratih. Ia menyebut warga telah mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama hampir tiga bulan terakhir.
Menurutnya, bantuan air tangki sangat membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat. Namun, langkah tersebut dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan yang terus berulang setiap tahun.
“Kami berharap pemerintah desa, kecamatan hingga pemerintah kabupaten dapat menghadirkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang. Sudah bertahun-tahun warga mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau,” katanya.
Perumda Tirta Kahuripan Cabang Pelayanan Lewiliang sendiri membawahi pelayanan di 10 kecamatan, yakni Lewiliang, Leuwisadeng, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga, Tenjolaya, Ciampea, Pamijahan, dan Cibungbulang. Pada musim kemarau, wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas pemantauan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












