Banjir yang merendam pemukiman warga di lima kecamatan dan 14 desa di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Jumat (15/5). Dok: BPBD Kabupaten Lebak.
Publikbicara.com – Bencana hidrometeorologi kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat kejadian banjir signifikan terjadi dalam periode Jumat (15/5) hingga Sabtu (16/5) pagi, dengan Kota Semarang menjadi wilayah terdampak paling parah.
Di Kota Semarang, Jawa Tengah, hujan deras berkepanjangan menyebabkan tanggul Sungai Plumbon jebol dan Sungai Silandak meluap pada Jumat sore. Banjir merendam enam kelurahan di Kecamatan Semarang Barat, Tugu, dan Ngaliyan dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter.
Satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir, sementara seorang lansia berusia 75 tahun masih dalam pencarian tim gabungan di wilayah Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.
“Korban meninggal dunia berhasil dievakuasi pada Jumat malam dan masih dalam proses identifikasi oleh tim Inafis Polrestabes Semarang,” tulis BNPB dalam laporan resminya.
Bencana tersebut berdampak pada 389 kepala keluarga atau 1.302 jiwa. Sebanyak 76 warga terpaksa mengungsi di balai RW setempat. Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan satu rumah rusak berat dan dua titik tanggul jebol.
Petugas BPBD bersama tim gabungan telah mendirikan dapur darurat dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Hingga Sabtu pagi, kondisi banjir dilaporkan mulai surut dan warga bergotong royong membersihkan sisa lumpur.
Sementara itu di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, luapan Sungai Kuantan akibat tingginya curah hujan menggenangi 10 desa di tiga kecamatan. Sedikitnya 324 kepala keluarga atau 1.296 jiwa terdampak.
Banjir juga merendam fasilitas umum seperti kantor desa, sekolah, tempat ibadah, serta akses jalan sepanjang 500 meter. Meski demikian, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut.
Di Kabupaten Lebak, Banten, hujan lebat disertai angin kencang memicu banjir dan longsor di 14 desa yang tersebar di lima kecamatan. Beberapa sungai meluap setelah diguyur hujan lebih dari empat jam.
Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah warga, lahan pertanian, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, hingga jembatan terdampak.
Selain itu, satu bendungan irigasi mengalami kerusakan berat dan dinding penahan jalan desa ambruk sepanjang 20 meter.
Banjir juga terjadi di Kota Binjai, Sumatera Utara. Sebanyak 233 kepala keluarga atau 857 jiwa terdampak banjir di Kelurahan Rambung Barat, Kecamatan Binjai Selatan. Tidak ada warga yang mengungsi karena air cepat surut pada hari yang sama.
BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diminta rutin memantau tinggi muka air dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
BNPB juga mengimbau warga menyiapkan tas siaga bencana dan mengikuti informasi resmi dari BNPB, BPBD, maupun BMKG sebagai langkah antisipasi dini.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













