Deputi Bidang SDM Iptek Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Edy Giri Rachman Putra, hadir sebagai panelis memberikan kontribusi dalam diskusi “Obninsk Tech – Present and Future of Nuclear Education”. Dok: Humas BRIN.
Publikbicara.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang ketenaganukliran melalui kerja sama internasional.
Komitmen tersebut disampaikan dalam The 4th International Youth Nuclear Forum yang menjadi bagian dari rangkaian Obninsk Nuclear Education Week (NEW) 2026 di Obninsk, Rusia.
Dalam forum yang mempertemukan generasi muda, akademisi, industri, dan pemangku kebijakan sektor nuklir dari berbagai negara itu, Deputi Bidang SDM Iptek BRIN, Edy Giri Rachman Putra, tampil sebagai panelis pada sesi “Obninsk Tech – Present and Future of Nuclear Education”.
Edy Giri memaparkan model pengembangan pendidikan tinggi nuklir di Indonesia melalui Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia. Menurutnya, kurikulum pendidikan telah dirancang dengan pendekatan berjenjang, mulai dari teaching laboratory, teaching industry, hingga professional personal certification untuk menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.
Ia menjelaskan, konsep tersebut merupakan hasil sinergi antara perguruan tinggi, regulator, lembaga pelatihan, serta industri sebagai pengguna tenaga kerja.
Pendekatan itu juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan Desain Besar Manajemen Talenta Nasional di bidang riset dan inovasi, khususnya teknologi nuklir.
“Konsep ini telah tertuang dalam kebijakan Desain Besar Manajemen Talenta Nasional, bidang Riset dan Inovasi, khususnya di bidang teknologi nuklir, sebagai sumber talenta muda yang akan ditumbuh-kembangkan,” kata Edy Giri dilansir dari laman resmi BRIN, Jumat (3/7/2026).
Selain memaparkan sistem pendidikan, BRIN juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama Indonesia dengan Federasi Rusia dalam pengembangan SDM nuklir. Kerja sama tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun melalui program beasiswa, pelatihan, serta pemagangan.
Menurut Edy Giri, sektor nuklir menjadi salah satu bidang prioritas Indonesia, baik dalam aspek riset, pemanfaatan teknologi, maupun peningkatan kualitas SDM.
Ia menambahkan, BRIN memiliki Kawasan Sains, Teknologi, dan Edukasi Achmad Baiquni di Babarsari, Yogyakarta, yang berfungsi sebagai pusat pendidikan, penelitian, pelatihan, dan sertifikasi ketenaganukliran, serupa dengan Obninsk Tech di Rusia.
Forum tersebut diikuti lebih dari 500 peserta muda dari 70 negara, didampingi delegasi tingkat tinggi dari 10 negara, termasuk Indonesia, Rusia, Vietnam, Rwanda, Afrika Selatan, Tiongkok, Kazakhstan, Uzbekistan, dan Hungaria. Ribuan peserta lain juga mengikuti kegiatan secara daring.
International Youth Nuclear Forum merupakan bagian dari upaya Obninsk Tech membangun komunitas global pemimpin muda di industri nuklir.
Selain dihadiri generasi muda, forum itu juga mempertemukan pakar nuklir, pelaku industri, akademisi, serta pembuat kebijakan untuk membahas inovasi, teknologi, dan pendidikan nuklir masa depan.
Rangkaian Obninsk Nuclear Education Week 2026 ditutup pada 27 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan beroperasinya pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di dunia di Obninsk pada 1954.
Momentum tersebut sekaligus menandai 70 tahun program pendidikan dan pelatihan nuklir Obninsk serta 80 tahun berdirinya Leypunsky Institute of Physics and Power Engineering, salah satu tonggak sejarah perkembangan industri nuklir Rusia.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













