Publikbicara.com – Pemerintah terus mempercepat transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui konsolidasi perusahaan dan integrasi pengelolaan aset. Hingga Juli 2026, sekitar 240 entitas BUMN telah dikonsolidasikan sebagai langkah membangun struktur perusahaan yang lebih efisien, sehat, dan memiliki daya saing lebih kuat.
Perkembangan tersebut dibahas dalam rapat internal yang dipimpin Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, pada Kamis (2/7). Rapat difokuskan pada evaluasi progres merger pengelolaan aset BUMN guna memastikan proses integrasi berjalan sesuai rencana.
Dalam pembahasan tersebut, pengelolaan aset menjadi perhatian utama agar lebih terkoordinasi, efisien, dan mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset milik negara secara berkelanjutan. Integrasi tersebut diharapkan memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.
“Kita ingin setiap aset BUMN dikelola sebagai satu kekuatan besar, bukan berjalan sendiri-sendiri. Kalau pengelolaannya makin terintegrasi, manfaatnya juga akan jauh lebih besar, baik untuk negara, dunia usaha, maupun masyarakat,” ujar Dony Oskaria.
BP BUMN bersama Danantara menegaskan akan terus melanjutkan agenda konsolidasi dan optimalisasi aset sebagai bagian dari transformasi BUMN. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing perusahaan negara, menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












