Beranda Ekonomi Presiden Prabowo Minta Bunga PNM Mekaar Dipangkas di Bawah 9 Persen

Presiden Prabowo Minta Bunga PNM Mekaar Dipangkas di Bawah 9 Persen

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung.Foto: BPMI Setpres/Cahyo.

Publikbicara.com – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penurunan suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar hingga di bawah 9 persen bagi keluarga prasejahtera.

Instruksi tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

“Ini keputusan politik, saya sudah ambil bahwa bunga untuk Permodalan Nasional Madani, untuk kredit keluarga prasejahtera, dari 24 persen, kita turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah 9 persen,” ucap Prabowo dikutip dari BPMI Setpres.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti ketimpangan akses pembiayaan yang dinilai masih membebani pelaku usaha kecil dengan bunga kredit lebih tinggi dibanding pengusaha besar.

Menurut Presiden, kondisi tersebut tidak sejalan dengan semangat keadilan sosial yang menjadi dasar negara.

“Bayangkan, orang kaya dikasih 9 persen, orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila, saya tidak paham,” ujarnya.

Presiden menegaskan pemerintah akan terus mengevaluasi sistem pembiayaan nasional agar lebih berpihak kepada masyarakat kecil.

Ia menyebut perbaikan tata kelola ekonomi harus berlandaskan nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, bukan sekadar slogan.

Selain menyoroti bunga kredit, Presiden juga meminta seluruh kementerian dan lembaga mempercepat reformasi birokrasi, khususnya dalam proses perizinan usaha dan investasi.

Menurut Kepala Negara, lamanya proses perizinan selama ini menjadi keluhan pelaku usaha dan investor karena dinilai menghambat kegiatan ekonomi.

“Pengusaha-pengusaha juga mengeluh, mereka mau bekerja dan mereka mau investasi, tapi kadang-kadang nunggu izin itu 1 tahun, 2 tahun,” tutur Presiden.

Presiden turut meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membentuk satuan tugas khusus deregulasi untuk menyederhanakan aturan yang dinilai tumpang tindih.

READ  Judicial Activism, Batas-Batas dan Upaya Mahkamah Agung Menjaga Kesatuan Penerapan Hukum

Ia menegaskan pemerintah akan mendukung pengusaha yang menjalankan usaha secara benar dan berkontribusi menciptakan lapangan pekerjaan.

“Yang nakal kita tertibkan, tapi yang baik, yang benar-benar mau bekerja, ya harus dibantu,” kata Presiden.

Di akhir sambutannya, Presiden optimistis pembenahan sistem dan peningkatan efisiensi anggaran akan memperkuat kemampuan negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Percaya sebentar lagi, uang kita cukup. Nyatanya hanya dengan alokasi begini-begini kita sudah bisa berbuat banyak dan kita akan berbuat lebih dari ini,” tutupnya. (Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPresiden Prabowo Saksikan Penyerahan Aset Hutan dan Denda Triliunan Rupiah
Artikulli tjetërBareskrim dan BI Musnahkan 466 Ribu Lembar Uang Palsu, Rasio Peredaran Turun Tajam