Beranda Hukum Pelajar di Tangerang Jadi Korban Perkosaan Hingga Melahirkan: Keluarga Menuntut Keadilan

Pelajar di Tangerang Jadi Korban Perkosaan Hingga Melahirkan: Keluarga Menuntut Keadilan

Publikbicara.com – Nasib malang menimpa MA, seorang pelajar sekolah menengah asal Tangerang Selatan. Dia harus menelan pil pahit setelah dirudapaksa hingga melahirkan oleh orang yang dikenalnya cukup dekat.

Hati MA semakin pilu kala bayi hasil dari tindak pidana persetubuhan itu pun meninggal dunia pasca dilahirkan.

Kini, warga Kampung Ciledug, Pondok Kacang Barat, Pondok Aren itu menuntut keadilan setelah semua kejadian pahit menimpanya. Kejadian itu memukul mental MA yang diduga kuat mengalami depresi.

Ayah MA, AF mengungkapkan putrinya sempat mengalami gangguan kejiwaan pasca melahirkan bayi malang itu. MA juga menjalani pengobatan dan pendampingan trauma oleh tim Psikolog P2TP2A Tangsel.

Baca Juga :  Meteri PMK Muhadjir Effendy: Pemberantasan Judi Online Harus Lebih Tegas untuk Lindungi Masyarakat

“Anak saya sempat mengalami depresi. Jadi kadang-kadang pembicaraan gitu, anak saya alami masalah anak depresi hilang ingatan. Suka ngomong sendiri, tiba-tiba nangis. Pengobatan sampai berbulan-bulan, Alhamdulillah sekarang sudah sehat,” jelas AF ditemui di rumahnya, Jumat (17/5).

AF menerangkan peristiwa pemerkosaan yang terjadi pada putrinya itu bermula pada Desember 2021 lalu. Saat itu, korban tiba-tiba mengalami pendarahab hingga dilarikan ke Rumah Sakit.

Baca Juga :  Transformasi Pemerintah Kabupaten Bogor: Terkait Temuan BPK, Ini Kata Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu

“Saat di bawa ke rumah sakit, dia ngeluarin darah, tahu-tahu saat dicek hamil, terus melahirkan. Tapi bayinya meninggal dunia, sempat dilahirkan,” terang AF.

Atas laporan tim rumah sakit, keluarga kemudian menanyakan MA perihal kejadian yang dialaminya. MA akhirnya bercerita menjadi korban rudapaksa oleh H yang bekerja sebagai Staf kelurahan Pondok Kacang Barat.

“Anak saya di luar sekolah, ngelakuinnya di rumah pelaku. Modusnya ngajari les,” ucap AF

 

Artikulli paraprakKali Cidangdeur Cigudeg Meluap, Puluhan Rumah di Kp. Kadaung Rengasjajar Terendam Banjir
Artikulli tjetërWarga Perbatasan Bogor Baru Mendapatkan Kursi Roda dari Pihak Terkait: Padahal Sudah Dua Tahun Tak Bisa Berjalan