Beranda Daerah FMPB Gelar Diskusi Hingga Sosialisasi untuk Masyarakat Menatap Pemilu 2024

FMPB Gelar Diskusi Hingga Sosialisasi untuk Masyarakat Menatap Pemilu 2024

Bogor, Publikbicara.com – Sejumlah mahasiswa dari Forum Mahasiswa Peduli Bangsa (FMPB) menggelar diskusi di Kedai Fatimah Bubulak, Kota Bogor, Selasa (7/6). Diskusi digelar merespon munculnya perkumpulan yang menyebut pro khilafah mendukung salah satu calon presiden (capres).

Koordinator acara, Ahmad Rohani mengatakan, diskusi ini diikuti mahasiswa dan masyarakat.

“Sebelumnya saya melihat ada pergerakan yang menggembar-gemborkan mau mendukung salah satu capres. Cuma mereka itu lebih kepada pro khilafah, sedangkan dari forum mahasiswa sendiri tidak setuju (dukungan dari pro khilafah). Karena negara kita itu negara Indonesia yang sudah jelas berasaskan Pancasila. Apalagi kalau sampai gerakan itu masif, terstruktur dan terencana bisa mengancam keutuhan NKRI,” ujarnya.

Baca Juga :  Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban: Kesempatan Bertaubat yang Jarang Diketahui Orang

Menurutnya, awalnya ia tak melihat adanya organisasi pro khilafah. Namun saat deklarasi belum lama ini, mereka muncul dan mendeklarasikan diri mendukung salah satu tokoh agar maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Kita melihat kemarin itu ada nama yang dimunculkan, nah apakah nama itu memang terindikasi itu atau nggak? Kalau ada indikasi seperi itu jangan sampai lah. Maka kami dari Forum Mahasiswa Peduli Bangsa menolak hal tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Siap Melampaui Kesalahan dan Bersinar di Arena Barito Putera. Ini Semangat Squad Persib Bandung

Ahmad berharap, masyarakat tidak membiarkan gerakan-gerakan pro khilafah muncul ke permukaan. Ia pun meminta masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai kaum intelektual, lebih kritis dalam melihat sesuatu.

“Untuk menghadang itu, kita diskusi. Bagaimana memberikan pembekalan, baik kepada teman-teman mahasiswa atau masyarakat, jadi kita ngobrol lah kalau ada isu seperti itu, bagaimana pandangan mahasiswa, tukar pendapat. Ini ada dari Unida, Uika, ada juga dari Institut Kesatuan,” tandasnya. (Fex)

Artikulli paraprakDLH Klaim Tak Berikan Lampu Hijau Soal Pungli, GPN: Pungutan Terang Terangan tapi Dibiarkan
Artikulli tjetërPetugas Satpol PP Bongkar 8 Bangunan Liar di Kemang Bogor