Katar Desa Sadeng Harapkan Transparansi Anggaran Untuk Waguruh

Berita Populer

Polres Bogor Ciduk Satu Pelaku Penipuan Program Fiktif

CIBINONG-Kepolisian resort Bogor berhasil meringkus satu pelaku penipuan program fiktif gebyar britama kepada satu nasabah bank BRI inisial SS...

Kominfo RI Bersama Anton Suratto Gelar Webinar Kewirusahaaan UMKM Melalui IT

BOGOR - Sebanyak 200 pelaku wirausaha di Kabupaten Bogor, Senin (19/4) kemarin sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan Webinar yang...

Harga Mentimun Naik, Petani Untung

CIBUNGBULANG - Bulan Ramadhan kebutuhan mentimun meningkatkan, dampaknya harga mentimiun di pasar Trandisional melojak naik hingga Rp 3 Ribu...

PKB Bagikan Takjil Kepada Masyarakat Hasil Beli dari Pedagang Kecil di Cibungbulang

CIBUNGBULANG - Sekertaris Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukmanudin Ar Rasyid bersama Pengurus PAC...

Wanhai : Daerah Otonomi Baru Bukan Sekedar Gaungan Semata

CIBINONG-- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi mengatakan bahwa Daerah Otonomi Baru (DOB) itu bukan hanya sekedar...
- Advertisement -

LEUWISADENG – Karang Taruna (Katar) Desa Sadeng menginisiasi adanya Wisata Alam Gunung Seureuh (Waguruh) sebagai bagian program kerja, dengan penyertaan modal awal sebesar Rp. 20.000.000,- bantuan dari pemerintah Desa Sadeng Kecamatan Leuwisadeng Kabupaten Bogor.

Seperti disampaikan Ketua Katar Mahdi Biladi saat dijumpai dalam acara santunan anak yatim di Masjid Besar Al-Ijtihad Kampung Paku pada, Sabtu 29 Agustus 2020 lalu, ketika disinggung soal anggaran

“Pastinya kurang tau ya kang, jujur pastinya kurang tau kenapa kok dibilang nggak tau karna, besarnya adalah swadaya tenaga kita masing-masing kita menggunakan tenaga yang ada, alat-alat yang ada, penghasilan yang adapun sama, ya kalau dinominalkan ya dua puluh (Juta-red)”, jelas Mahdi

- Advertisement -

Ditempat terpisah, Wakil Ketua Katar Desa Sadeng Riki Adiputra mengaku, pihaknya tidak lagi mengelola waguruh karena tidak ada transfaransi dalam anggaran saat itu.

“Pada tahun 2019 kita mundur tidak lagi mengelola waguruh karena tidak ada transfaransi anggaran saat itu untuk lebih jelasnya silahkan hubungi sekdesnya, dia tahu itu” katanya.

Soal Keterbukaan terkait anggaran mendapat reaksi keras dari ketua Umum Laskar Hijau Indonesia (LHI) Edi Yusuf yang akrab disapa Edi Chang.

- Advertisement -

“Kalau memang mau pengelolaan nya bagus memang harus ada keterbukaan, aku juga baru mendengar dari masyarakat saja ada yang seperti itu, cuman pernah aku tanya sama pihak karang taruna trus mereka bilang coba saja abang tanya sama Kepala Desa saat itu, nah ini entah mana yang benar nih pernah ada pinjaman, kalau memang tidak ada keterbukaan menurut abang sih salah lah kepala desa harusnya mendorong supaya bisa membangun lapangan kerja,” pungkasnya, Rabu (18/10/2020).

Hingga berita ini diturunkan Sekretaris Desa ataupun Kepala Desa belum bisa dijumpai.

(Ipay/Fahri)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

10 Hal Makruh Dalam Berpuasa

JAKARTA -- Selama menjalankan ibadah puasa, umat Islam wajib mengetahui hal yang makruh saat puasa Ramadan agar ibadah yang...

Berita Terkait
publikbicara.com