Tolak Omnibus Law, Aliansi Mapala Bogor Pasang Spanduk Penolakan di Jembatan Leuwiliang

Berita Populer

JPU KPK Tuntut Rahmat Yasin Hukuman 4 Tahun Penjara

BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin hukuman penjara selama empat tahun, denda...

Bupati Bogor Bagi Penghargaan, Honor Nakes Sempat Telat Dua Bulan

CIBINONG-Bupati Bogor, Ade Yasin memberikan apresiasi kepada 200 orang mulai dari Kepala Desa hingga RT/RW, Babinsa dan Babinkamtibmas se...

Konsleting Listrik, Satu Rumah Hangus Terbakar

CIBUNGBULANG-Sebuah rumah di perumahan Citoh, Cluster Panca Blok M, nomor 23, Kecamatan Cibungbulang, hangus dilalap si jago merah pada...

Sejumlah Wilayah di Kecamatan Leuwiliang Diterpa Angin Puting Beliung

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang juga melanda Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang pada, Senin sore (01/03/2021) merobohkan beberapa...

Hujan Es, Empat Pohon Tumbang di Leuwiliang

LEUWILIANG - Hujan deras disertai angin kencang robohkan sedikitnya 4 pohon tumbang di jumlah wilayah di Desa Cibeber 2,...
- Advertisement -

LEUWILIANG – Aliansi Mapala Bogor mengecam Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terkait pegesahan omnibus law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang melalui rapat paripurna, Senin (5/10). Aliansi Mapala pun mengelar aksi di wilayah dengan memasang spanduk kekecewaan di jembatan Leuwiliang, Desa Leuwiliang Kecamatan Leuwiliang pada Selasa sore (6/10).

“Kami mengecam pengesahan RUU Omnimbus law karena sangat mempersulit pekerja diseluruh Indonesia salah satu pelemahan dan mengancam pengangguran tinggi,” kata korlap aksi Muhamad Djedjen Syukrilah kepada wartawan kemarin.

Ia menjelaskan, semangat untuk mendatangkan invesntor asing yang di gagas oleh presiden joko widodo sejak awal menjabat dinilai memiliki kendala terutama dalam bidang regulasi.

- Advertisement -

“Pemerintah hanya merubah nama RUU menjadi Cipta Kerja guna menghindari singkatan ‘cilaka.’ Selebihnya, watak dan muatan RUU yang sudah menjadi UU masih sama kapitalistik dan sama sekali tidak berpihak pada kepentingan rakyat,” jelasnya

Lebih lanjut ia mengungkapkan, disini Mapala dengan semangat dalam menjaga serta melestarikan lingkungan dan segala sumberdaya indonesia masih terus di pegang teguh.

“Sikap yang di ambil oleh kawan-kawan mapala mengenai RUU celaka ini di nilai tidak selaras dengan kode etik pecinta alam. Dengan ini kami Aliansi Mapala Bogor bergerak melaksanakan aksi bentang bendera penolakan UU Cipta Lapangan Kerja,” pungkasnya.

- Advertisement -

(Cep Rendra)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Pemerintah Tengah Mengkaji Pembentukan Bank Emas

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah mengkaji pembentukan bullion bank. Tujuannya, untuk mengelola emas...

Berita Terkait
publikbicara.com