27.8 C
Bogor
Minggu, 28 Februari 2021

Oknum Wartawan Bikin Resah Desa Sibanteng, Leuwisadeng

Berita Populer

Lokasi Tak Strategis, Pembagian BPNT Pakai Ikan Asin

LEUWISADENG-Menghindari kerumunan penyaluran Bantuan pangan non tunai (BPNT) bagi keluarga penerima manfaat (KPM) warga miskin di Desa Sadeng, Kecamatan...

Usai Jajan Di Warung, DP Tak Pulang Lagi

CIBUNGBULANG - Sehari sebelum korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam...

Pemuda Pancasila Jonggol Gelar Bakti Sosial Dan Tetap Jadi Kontrol Sosial

JONGGOL-Pengurus Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Jonggol yang diketuai Indra Taufik, SH melakukan pengukuhan seluruh pengurus ranting se...

Klarifikasi Terkait Penyaluran E-warung di Desa Ciaruteun Udik

CIBUNGBULANG - Klarifikasi terkait pemberitaan yang di langsir dari media online, terkait E- warung yang ada di wilayah Desa...

DP Tewas, Teman Kecil Korban Mengaku Kaget

CIBUNGBULANG - Korban DP meninggal dunia dan jasadnya di ketemukan warga dalam kantong plastik besar berwarna hitam di Jalan...
- Advertisement -

Leuwisadeng – Sudah selayaknya bila seorang Jurnalist atau Wartawan yang hendak meliput memperkenalkan diri dulu dan mengedepankan kode etik Jurnalistik, tidak seperti Di desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupeten Bogor, ada Oknum Wartawan entah dari mana medianya membuat resah Staf Desa yang sedang bekerja untuk melayani masyarakat di kantornya.

Awalnya Oknum tersebut (wartawan-red) datang ke kantor desa sekira pukul 10:30, mengaku ingin membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) sambil tangannya memegang Handphone, merekam dan diarahkan ke muka karyawan staf desa. Tapi, tak membawa berkas atau bukti kalau oknum wartawan itu warga Desa Sibanteng.

Salah seorang staf yang enggan dipublikasikan namanya mengatakan, siang sekira pukul 10:30 WIB, Hari Jum’at datanglah oknum wartawan dengan alasan ingin buat Tanda pengenal, sambil bergaya dengan sombongnya seakan-akan Oknum Wartawan tersebut paling benar.

- Advertisement -

“Datang itu bapak bilangnya mau bikin KTP tapi gak bawa surat pengantar dari Rt/ Rw, tapi tangannya memvideokan kegiatan kami nyorotnya kemuka, dan kami tanya kenapa memvideokan kami, oknum wartawan itu mengaku saya wartawan sambil jalan keluar,” ‘kata staf desa, Selasa (06/10/2020).

Terpisah Kepala Desa Sibanteng, H Didin Hafiduddin. SPdi menuturkan,

“Ya itu, saya juga taunya dari Camat karena videonya dishare kecamat Leuwisadeng, staf saya tidak tau apa tujuan dari oknum wartawan yang memvideokan kearah muka. Konyol itu gak tau etika, harusnya temui saya dulu kita bicara maunya apa,” tandasnya.

- Advertisement -

Didin menambahkan, ingin sekali bertemu dengan oknum wartawan tersebut agar clear masalahnya, dan diharapkan Profesional agar tidak melanggar kode etik.

“Saya Harus ketemu dengan wartawan itu, tolong diselidiki dan disamakan ciri-cirinya, karena staf staf saya hafal sama muka dan postur tubuhnya,” tutupnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana menjelaskan, Videonya yang dishare oleh Oknum Wartawan itu tak ada keterangan apapun.

- Advertisement -

“Saya kurang hafal dengan orang yang mengirim video ke saya tentang kegiatan di Desa Sibanteng, motifnya apa dan tujuannya juga apa. Dia hanya menuliskan kalimat “Staf Desa tidak pakai masker,” dan sekarang sudah saya bereskan permasalahannya. Dia (Oknum wartawan-red) ngakunya wartawan Cibinong dan hendak menuju ke Nanggung sekalian mampir ke Desa Sibanteng,” pungkasnya.

(Seno)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Lokasi Tak Strategis, Pembagian BPNT Pakai Ikan Asin

LEUWISADENG-Menghindari kerumunan penyaluran Bantuan pangan non tunai (BPNT) bagi keluarga penerima manfaat (KPM) warga miskin di Desa Sadeng, Kecamatan...

Berita Terkait
publikbicara.com