Beranda Daerah Rumah Sakit Darurat Penangganan Covid-19 Butuh Tenaga Medis

Rumah Sakit Darurat Penangganan Covid-19 Butuh Tenaga Medis

CIBINONG – Meningkatnya pasien positif Covid-19, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengumumkan jika Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri di Jalan Raya Parung, Desa dan Kecamatan Kemang ingin dialihfungsikan menjadi rumah sakit darurat penangganan virus corona (Covid 19).

Dengan begitu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kartalina mengungkapkan setidaknya membutuhkan 28 orang dokter umum, delapan orang dokter spesialis dan 212 tenaga kesehatan lainnya.

Mike menambahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter umum dan dokter spesialis, maka jajarannya akan bekerja sama dan meminta bantuan organisasi dokter seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI),  Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Baca Juga :  Wilayah di Indonesia Berpotensi Terjadi Gelombang Tinggi, Berikut Penjelasnanya

“Untuk mempermudah perekrutan tenaga dokter umum, dokter spesialis dan perawat kami akan meminta bantuan IDI, PDPI dan PPNI untuk ikut menseleksinya,” ungkap Mike kepada wartawan, Rabu (8/4/2020).

Mike menuturkan jumlah kamar di Gedung BPSDM Kementerian Dalam Negeri ada 44 kamar dengan jumlah ranjang atau kasur  sebanyak 168 buah, namun karena rumah sakit darurat penangganan virus corona ini harus sesuai protokol kesehatan maka jumlahnya akan berkurang.

“Sesuai protokol kesehatan jumlah ranjang atau kasur  di setiap ruang isolasi atau rawat inap kan  terbatas atau jarak minimalnya 2 meter hingga jumlah kasur akan berkurang menjadi 103 buah,” tutur Mike.

Baca Juga :  Belasan Anak Laki - laki di Jambi Diduga Jadi Korban Pelecehan Ibu Rumah Tangga

Ia menjelaskan agar Gedung BPSDM Kementerian Dalam Negeri layak menjadi rumah sakit darurat penangganan virus corona, maka Pemkab Bogor butuh anggaran sebesar Rp 17 hingga 22 miliar.

“Anggaran untuk alih fungsi Gedung BPSDM Kementerian Dalam Negeri menjadi rumah sakit darurat penangganan virus corona ini butuh Rp 17 hingga 22 miliar, namun jumlah pastinya akan dihitung kembali sesuai dengan jumlah tenaga dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya karena jumlah kebutuhan alat pelindung diri (APD) pastinya akan terpengaruh,” terang mantan Direktur RSUD Leuwiliang tersebut. 

Sumber : Bogor today

Artikulli paraprakSebagian Besar Perusahaan Cuma Sanggup Bayar Upah Karyawan Sampai Juni
Artikulli tjetërApa Mungkin F1 Bakal Balapan Tanpa Penonton?

Tinggalkan Balasan