33.4 C
Bogor
Kamis, 26 November 2020

Kemendag Tingkatkan Impor Alkes Demi Perangi Corona

Berita Populer

Penemuan Jasad Bayi Diduga Dibuang di Jalan Lingkar Galuga

CIBUNGBULANG - Penemuan Jasad bayi gegerkan warga Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, jasad bayi yang ari -arinya masih menempel diperkirakan...

Kadisdik Kabupaten Bogor Sampaikan Apresiasi Raihan Prestasi SMPN 1 Tenjo

TENJO - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas sejumlah prestasi yang...

IIPG Kabupaten Bogor dan IIPG Pusat Tebar Sembako di Megamendung

BOGOR - Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kabupaten Bogor dan IIPG Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mengadakan aksi peduli sosial...

LBH Bara JP Yakin Kliennya Tidak Terlibat Dalam Kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor.

BOGOR-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) yang dikomandoi oleh Dinalara Darmawati Butarbutar dan beranggotakan Roynald...

Diduga Oknum Pegawai Bank Keliling Mengaku Wartawan Resahkan Warga Cemplang

CIBUNGBULANG - Perbuatan meresahkan warga di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang diduga dilakukan oleh oknum pegawai bank keliling berinisial H,...
- Advertisement -

JAKARTA – Kementrian Perdagangan meningkatkan impor (alkes) dan melindungi diri dengan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedelapan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 87 M-DAG / PER / 10/2015 Tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu.

“Melalui Permendag ini, Kementerian Perdagangan melakukan relaksasi atau memfokuskan produk tertentu, khususnya terkait importasi produk alat kesehatan dan alat pelindung diri. Produk-produk tersebut adalah masker, pakaian medis, sarung tangan, dan alat kesehatan lainnya, ”jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Relaksasi penting yang diberikan adalah pengecualian atas satu-satunya persyaratan yang tersedia adalah ketentuan laporan surveyor (LS) di negara asal atau pelabuhan muat, dan pelabuhan masuk, perlu impor atas produk-produk yang tidak diperlukan perizinan apapun.

- Advertisement -

Relaksasi ini akan diberikan hingga 30 Juni 2020. Pengapalan produk-produk tertentu ini hanya perlu dibuktikan dengan bill of loading (B / L).

Secara teknis, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan jenis-jenis barang yang dikecualikan dari ketentuan LS ini adalah preparat pewangi dalam ruangan yang mengandung desinfektan baik tidak; kertas dan tisu, diresapi atau diisi dengan pewangi atau kosmetik; produk antiseptik mengandung sabun juga tidak; dan stocking untuk penderita varises, dari serat sintetik.

Selain itu, pakaian pelindung medis; pakaian yang digunakan untuk melindungi dari bahan kimia atau radiasi); pakaian bedah; gaun pemeriksaan terbuat dari serat buatan; masker bedah; masker lainnya dari bahan bukan tenunan, selain masker bedah; termometer infra merah; dan handuk saniter, pembalut tampon, popok bayi dan barang semacam itu dari bahan selain tekstil, kertas atau bubur kertas untuk sekali pakai.

- Advertisement -

“Dengan diterbitkannnya permendag ini, diharapkan bisa masuk masuknya alat kesehatan yang dibutuhkan saat pandemi COVID-19 ini perlu disetujui alat tercukupi dan tidak terjadi kekurangan,” ujar Mendag.

Permendag ini diterbitkan sebagai tindak lanjut diterbitkan Keppres Nomor 9 Tahun 2020.

Melalui Keppres tersebut, Presiden RI Joko Widodo menetapkan agar importasi barang yang digunakan untuk penanganan COVID-19 mendapatkan perawatan khusus sesuai aturan impor.

- Advertisement -

Mendag menjelaskan, Kementerian Perdagangan juga telah mengeluarkan larangan ekspor masker, bahan baku ekspor, antiseptik, dan alat pelindung diri melalui Permendag 23 Tahun 2020 yang berlaku hingga 30 Juni 2020.

“Mendukung alat kesehatan dan alat pelindung diri yang terjangkau di tengah pandemi COVID- 19 ini mendukung dukungan pemerintah dalam memutus rantai transmisi virus corona,” pungkas Mendag

Sumber:Sinar Harapan

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Video penangkapan Pelaku Kriminal di Jasinga Kagetkan Warga Jasinga

JASINGA - Beredar video penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian, yang terjadi di wilayah Jasinga, Kabupaten Bogor. Dari rekaman video yang...

BPJS Kesehatan KC Cibinong Launcing Program Pandawa

CIBINONG - Bertemakan 'Adaptasi Kebisasaan Baru (AKB) dan pelayanan Pandawa' Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kantor Cabang (KC) Cibinong perkenalkan program terbaru, bertempat di...

Bima Dukung Penuh Anugerah PWI untuk Pejuang Covid

BOGOR - Rencana PWI Kota Bogor yang akan menggelar acara penghargaan kepada mereka yang tulus ikhlas berjuang selama pandemi Covid -19, didukung full Wali...

Kampanye Pilkada, Bawaslu Temukan 2.126 Kasus Pelanggaran Protkes Covid-19

JAKARTA - Masa kampanye Pilkada telah berjalan hampir 2 bulan, Bawaslu mengungkap kampanye dengan metode tatap muka terus meningkat di tengah wabah virus Corona....

Penjelasan Ashanty Soal Millen Cyrus Terjerumus Narkoba

Jakarta - Biasa berpakaian modis dan seksi, beberapa hari lalu Millen Cyrus tampil berbeda. Ia tampak lesu dengan busana berwarna orange bertuliskan tahanan. Hal itu...

Berita Terkait
publikbicara.com