Fraksi Golkar Dukung Berapapun Anggaran Untuk Pencegahan Corona Kabupaten Bogor.

Berita Populer

Dua Kepala Dinas Akan Bersaksi Dalam Sidang Kasus OTT DPKPP

BANDUNG - Persidangan lanjutan kasus OTT DPKPP Kabupaten Bogor yang kembali digelar di PN Bandung (27/11) dengan pemeriksaan saksi...

Iryanto : Saya Tidak Pernah Menerima Uang Seperti Yang Dituduhkan Dalam Kasus OTT DPKPP

BOGOR - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) yang dilakukan oleh Satreskrim...

Pengerjaan TPT Kali Cidurian Disoal Warga

JASINGA - Pengerjaan proyek pembangunan tebing penahan tanah (TPT) Kali Cidurian yang berada di Kampung Roke, Desa Neglasari...

Diduga Berhentikan Staf Desa Sepihak, Kades Cimulang Digugat

RANCABUNGUR - Pemberhentian perangkat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor diduga melanggar Permandageri Nomor...

JBB Peduli Anak Yatim

CIBUNGBULANG - Ditengah pandemi Covid 19, Jurnalis Bogor Barat (JBB) mengandeng Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Leuwiliang berbagi...
- Advertisement -

Bogor-Corona Virus Desease 19 (Covid-19) merupakan virus yang sangat berbahaya dan cepat sekali penyebarannya di semua wilayah Indonesia umumnya, Kabupaten Bogor khusunya, hingga hari Selasa, 24 Maret 2020 pukul 20.00 WIB di Kabupaten Bogor tercatat 146 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 55 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan juga 6 orang yang sudah positif terjangkit Covid-19 serta 1 orang terkonfirmasi meninggal dunia karena virus ini.

Saking bahayanya langkah-langkah cepat dan tepat terus diterapkan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mengurangi sebaran virus corona ini, mulai dari membatasi kegiatan masyarakat di luar rumah, meliburkan sekolah, meliburkan kerja, membubarkan kerumunan masyarakat dan membatasi diri bersosialisasi atau social distancing, bahkan aparat keamanan akan membubarkan secara paksa jika ada yang berkumpul.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor, H. Ade Ruhandi, SE yang dikenal dengan Jaro Ade ketika dihubungi melalui pesan singkat (24/3) menyatakan sudah berkomunikasi dengan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bogor untuk mendukung penuh program Presiden Joko Widodo untuk melakukan pencegahan virus Corona dan memaksimalkan Anggaran Daerah yang ada untuk membiayai pencegahan dan jaminan hidup masyarakat selama proses pencegahan ini.

- Advertisement -

“Payung hukumnya jelas di Inpres nomor 4 tahun 2020 dan Permendagri nomor 20 tahun 2020 untuk memaksimalkan dan menggeser anggaran Daerah yang alokasi nya tidak terlalu urgent seperti perjalanan dinas dan lainnya untuk dipangkas dan dialokasikan untuk anggaran pencegahan corona, bukan hanya aktifitas pencegahan yang sakitnya, tapi membantu ekonomi masyarakat yang kena imbas karena perintah untuk tetap dirumah.” Ungkap Jaro Ade.

Sementara itu Sekretaris Fraksi Golkar, Aan Triana Al-Muharom menyatakan bahwa sekarang saatnya Pemkab Bogor tegas dalam menentukan dimana lokasi zona merah, misalnya Cibinong, Bojonggede dan Gunungputri yang jelas warganya sudah ada yang terjangkit bahkan positif Covid-19 dan beberapa dalam ODP dan PDP.

“Langsung saja tegas dimana lokasi zona merah, tidak boleh terlalu banyak aktifitas luar rumah dan sosial disana, agar penyebarannya bisa ditekan, berkomunikasi dengan kepala desa, babinsa dan babinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi dan penjagaan agar masyarakat tetap tertib, ditambah mereka juga harus melakukan distribusi makanan pokok dan kebutuhan dasar masyarakat door to door selama proses lockdown.” Ujar Aan ketika dihubungi melalui sambungan telepon (25/3).

- Advertisement -

Aan juga menyatakan fraksi Golkar mendukung penuh alokasi anggaran untuk penanganan Corona, tapi jangan lupakan juga keadaan saudara-saudara kita di pengungsian Sukajaya, karena disana juga rawan, bantuan datang dari mana saja dan bisa jadi disitu virus corona bisa saja menjangkiti para pengungsi disana.

“Pemkab juga harus berfikir keras bagaimana corona tidak menjangkiti para pengungsi bencana Sukajaya yang tidak tinggal dirumah tapi di tenda-tenda yg sangat rawan penyebaran covid-19, langkah-langkah pencegahan dan menyiapkan bantuan makanan dan peralatan hidup sehari-hari mereka juga harus dalam pantauan pemerintah dan disiapkan disinfektan agar menghambat virus tersebut masuk ke pengungsian secara sporadis.” Tambah Aan.

“Aan juga menekankan jangan hanya anggaran pencegahan corona dan bantuan masyarakat di zona merah corona, tapi juga pihak Dinas Sosial Kabupaten Bogor juga segera mencairkan dana bantuan sosial kepada masyarakat terdampak bencana yang selama ini dijanjikan tapi tak kunjung ada hingga sekarang.” Tutup Aan.

- Advertisement -

(cep rendra)

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita terbaru

Iryanto : Saya Tidak Pernah Menerima Uang Seperti Yang Dituduhkan Dalam Kasus OTT DPKPP

BOGOR - Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) yang dilakukan oleh Satreskrim...

Pengerjaan TPT Kali Cidurian Disoal Warga

JASINGA - Pengerjaan proyek pembangunan tebing penahan tanah (TPT) Kali Cidurian yang berada di Kampung Roke, Desa Neglasari , Kecamatan Jasinga disoal warga...

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Akan Panggil Kepala UPT VI PUPR

CIGUDEG - Proyek pembangunan jalan Cigudeg-Kiarasari menjadi sorotan warga sekitar, pasalnya pelaksanaan pengerjaan jalan sepanjang 2,1 Kilometer berubah menjadi 1,7 Kilometer. Menanggapi hal tersebut, Anggota...

Tim Gabungan KLHK “Gerebek” Galian Tambang Rumpin

RUMPIN - Sebuah lokasi galian C yang ada di wilayah Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin di "gerebek" tim gabungan penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA) dari...

Warga Keluhkan Kenapa Pekerjaan Jalan Cigudeg-Kiarasari dipangkas

CIGUDEG-Pembangunan ruas jalan Cigudeg-Kiarasari di Kampung warung dua sampai kampung Juga Desa Sukaraksa Kecamatan Cigudeg sepanjang 2,1 kilometer mendapat sorotan dari masyarakat sekitar. Musababnya...

Berita Terkait
publikbicara.com