Publikbogornews.com – Menjadi santri bukan hanya tentang memperdalam ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an. Keterampilan mengatur waktu serta mengelola keuangan juga menjadi bekal penting untuk membangun kemandirian di masa depan.
Berangkat dari semangat tersebut, tim dosen Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar pelatihan penyusunan kalender aktivitas harian dan laporan keuangan mini bagi santri Pondok Pesantren Tahfidz RH Latahzan, pada 6–8 September 2026.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini melibatkan tiga dosen, yakni Dr. Ading Sunarto, S.E., M.M., Indawati, S.E., M.M., M.Ak., dan Anggun Anggraeni, S.E., M.M., M.Ak. Kegiatan dibuka oleh pimpinan pondok pesantren, Rosyadah, S.Pd.I.
Dalam pelatihan tersebut, para santri diajak belajar menyusun jadwal harian agar kegiatan belajar, ibadah, hafalan Al-Qur’an, dan aktivitas pribadi dapat berjalan lebih teratur.
Tak berhenti di situ, mereka juga diperkenalkan pada dasar-dasar pengelolaan keuangan melalui praktik pencatatan pemasukan, pengeluaran, pengelompokan transaksi, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana.
Ketua tim PKM, Dr. Ading Sunarto, menjelaskan bahwa kemampuan mengelola waktu dan keuangan merupakan kecakapan hidup yang penting dimiliki setiap individu.
Melalui pelatihan ini, santri diharapkan tidak hanya unggul secara akademik dan spiritual, tetapi juga memiliki kemandirian serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para santri aktif mengikuti diskusi, simulasi penyusunan jadwal, hingga praktik membuat laporan keuangan mini.
Rosyadah pun mengapresiasi kontribusi Universitas Pamulang. Menurutnya, pembekalan tersebut menjadi nilai tambah bagi santri dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pamulang berharap ilmu yang diberikan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, santri yang kuat dalam ilmu dan ibadah juga perlu dibekali kemampuan mengelola waktu, memahami keuangan, serta membangun kemandirian.
Dari pesantren, bukan hanya lahir generasi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga pribadi yang disiplin, mandiri, dan siap menghadapi masa depan.***
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












