Publikbicara.com – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Bank Dunia menyepakati percepatan realisasi Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (SEHATI).
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekonomi desa melalui kegiatan produktif sekaligus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan SEHATI dirancang sebagai program berkelanjutan. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat menjadi penggerak kegiatan ekonomi desa, bukan sekadar bantuan yang habis dalam satu kali penggunaan.
“Kami sepakat program ini adalah program berkelanjutan. Uang itu tidak sekali pakai kemudian hilang. Karena kita ingin membangun ekonomi menjadi basis di desa,” kata Yandri saat bertemu Regional Practice Director for People, East Asia and Pacific Bank Dunia Luis Benveniste di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Menurut Yandri, penguatan ekonomi desa melalui SEHATI diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan kesejahteraan.
Program tersebut juga akan diintegrasikan dengan sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing desa.
Kemendes PDT menyebut terdapat 75.266 desa yang dapat memanfaatkan program tersebut untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal secara produktif.
Sementara itu, Bank Dunia menyatakan siap mempercepat proses pendanaan SEHATI. Namun, percepatan tersebut tetap menunggu penyelesaian sejumlah proses administrasi dan koordinasi dengan kementerian terkait.
Luis Benveniste mengatakan Bank Dunia akan mengerahkan upaya untuk mempercepat proses tersebut.
“Kami akan berupaya secepat mungkin. Anda menentukan kecepatan, kami juga akan melakukan hal yang sama,” ujar Luis.
Selain mempercepat pelaksanaan program, Kemendes PDT mengusulkan tambahan dukungan pembiayaan kepada Bank Dunia. Tambahan pendanaan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan SEHATI sehingga semakin banyak desa memperoleh manfaat.
Usulan itu mendapat respons positif dari Bank Dunia. Namun, pembahasannya masih memerlukan koordinasi lebih lanjut antara Kemendes PDT, Kementerian Keuangan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Dengan percepatan realisasi dan peluang penambahan pembiayaan, SEHATI diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mendorong desa mengembangkan potensi lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow












