Jemaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah mabit serta lontar jumrah. Dok: Kemenhaj.
Publikbicara.com – Kementerian Haji dan Umrah Indonesia memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna berlangsung lancar, tertib, dan terkendali.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan seluruh jemaah telah berhasil diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian mabit serta lontar jumrah.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria dikutip dari laman resmi Kemenhaj, Rabu (27/5).
Ia menjelaskan, pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi. Sementara proses perpindahan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril.
Menurut Maria, kelancaran Armuzna tahun ini tidak lepas dari sinergi antara petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan selama fase puncak ibadah berlangsung.
“Kedisiplinan dan kepatuhan jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” ujarnya.
Saat ini, fokus pelayanan dialihkan pada pendampingan jemaah selama berada di Mina, terutama dalam pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan rangkaian hari tasyrik.
Sebanyak 751 petugas haji disiagakan di kawasan Mina. Mereka ditempatkan di tenda-tenda jemaah dan sejumlah pos layanan di sepanjang jalur menuju Jamarat. Selain itu, petugas juga berjaga di kawasan Masjidil Haram untuk membantu mobilitas jemaah.
Para petugas dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc yang masing-masing bertanggung jawab terhadap 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jemaah.
Maria menegaskan penguatan layanan dilakukan agar jemaah memperoleh pendampingan dan bantuan secara cepat selama fase Mina berlangsung.
Di tengah suhu panas yang mencapai 41 derajat Celsius, Kemenhaj mengimbau jemaah untuk tidak melakukan lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi guna menghindari risiko kelelahan dan kepadatan.
“Jemaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” katanya.
Kemenhaj juga meminta jemaah menggunakan jalur dua atau jalur atas yang telah ditetapkan sebagai jalur resmi pergerakan menuju Jamarat guna mengurangi potensi penumpukan massa.
Selain menjaga ketertiban, jemaah diimbau memperhatikan kondisi kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, menggunakan pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik di tengah cuaca ekstrem.
Perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok berisiko tinggi. Kemenhaj meminta keluarga kloter dan ketua rombongan aktif memberikan pendampingan selama fase Mina.
Pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, Kementerian Haji dan Umrah turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Iduladha kepada seluruh umat Islam dan mendoakan seluruh jemaah Indonesia dapat menyelesaikan ibadah haji dengan lancar serta kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur dan mabruroh.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













