Beranda Nasional BRIN Pamerkan Teknologi SAR dan Mitigasi Bencana di IISAR 2026

BRIN Pamerkan Teknologi SAR dan Mitigasi Bencana di IISAR 2026

BRIN Tampilkan Inovasi Unggulan di IISAR 2026. Foto: Humas BRIN.

Publikbicara.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membawa sederet teknologi hasil riset untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) pada ajang Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026 yang digelar Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, 9 – 12 Juli 2026.

Partisipasi BRIN dalam forum internasional tersebut menjadi wujud dukungan terhadap penguatan kesiapsiagaan bencana dan operasi kemanusiaan melalui pemanfaatan inovasi berbasis sains dan teknologi.

Empat inovasi utama yang dipamerkan meliputi Perangkat Ukur Murah untuk Muka Air Laut (PUMMA), Smart Earthquake Early Warning and Response System (Smart-EEWS), aplikasi Virtual Reality simulasi tsunami (aViRsinami), serta sistem geospasial Geomimo.

PUMMA merupakan perangkat pemantau tinggi muka air laut yang dikembangkan Pusat Riset Kebencanaan Geologi. Teknologi ini dirancang sebagai bagian dari sistem peringatan dini tsunami yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Indonesia. Perangkat tersebut telah dimanfaatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Bureau of Meteorology Australia.

BRIN juga memperkenalkan Smart-EEWS, perangkat cerdas yang mampu mendeteksi aktivitas gempa sekaligus memantau kondisi struktur bangunan. Periset Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Hafidz Bagus Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa sistem tersebut mengirimkan data secara langsung untuk mendukung jaringan peringatan dini gempa regional.

“Perangkat ini untuk mendukung sistem peringatan dini gempa regional dengan mengirimkan data ke BMKG,” ujar Hafidz seperti dikutip dari laman resmi BRIN, Jumat (10/7).

Di bidang edukasi kebencanaan, BRIN menghadirkan aViRsinami, aplikasi berbasis Virtual Reality yang memberikan pengalaman simulasi tsunami secara interaktif. Menurut periset Pusat Riset Sains Data dan Informasi, M. Yudhi Rezaldi, aplikasi ini membantu masyarakat memahami prosedur evakuasi secara lebih realistis sehingga meningkatkan kesiapsiagaan saat terjadi bencana.

READ  BRIN Sulap Limbah Sawit dan Air Tahu Jadi Biosurfaktan Ramah Lingkungan

Sementara itu, Pusat Riset Geoinformatika menampilkan sistem Geomimo yang mengintegrasikan data satelit, pesawat nirawak (UAV), dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini mendukung pemantauan lingkungan, analisis spasial, hingga penyediaan informasi untuk peringatan dini dan respons cepat saat terjadi bencana.

Periset BRIN, M. Priyatna, mengatakan pemanfaatan teknologi geospasial menjadi salah satu upaya memperkuat ketangguhan Indonesia dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Melalui keikutsertaan di IISAR 2026, BRIN tidak hanya memperkenalkan hasil riset kepada publik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan lembaga SAR, akademisi, pelaku industri, dan mitra internasional untuk mempercepat penerapan teknologi dalam misi kemanusiaan.

BRIN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan penanggulangan bencana, sekaligus memperkuat kapasitas nasional dalam penyelamatan jiwa dan perlindungan masyarakat.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPanel Kaca Gedung Pecah dan Jatuh, BGN Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Artikulli tjetërDistanhorbun Bogor Distribusikan Ribuan Bibit Cabai, Tomat, dan Terong ke Kelompok Tani