Beranda Ekonomi Japfa Gandeng Fapet UGM Untuk Pengembangan Model Ayam Petelur Umbaran

Japfa Gandeng Fapet UGM Untuk Pengembangan Model Ayam Petelur Umbaran

Publikbicara.com, – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) menjalin kolaborasi dengan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) untuk membangun model farm ayam petelur umbaran.

Momentum perkembangan telur cage-free di Indonesia meningkat signifikan sejak 2025, seiring semakin banyak perusahaan makanan yang mulai mengalihkan rantai pasok mereka ke sistem pemeliharaan tanpa kandang baterai/umbaran (cage-free).

Kolaborasi ini turut memperkuat perhatian terhadap isu tersebut, baik di kalangan industri perunggasan maupun akademisi.

Inisiatif ini diwujudkan melalui operasional kandang ayam petelur sistem umbaran yang berlokasi di UGM Innovation and Agro-Technology Center, Yogyakarta.

Sebagai dukungan awal, Japfa menyediakan hibah sebanyak 1.500 pullet (ayam dara siap bertelur), serta pasokan pakan selama fase produksi.

“Model cage-free memungkinkan ayam bergerak lebih bebas dan mengekspresikan perilaku alaminya. Ketika kesejahteraan hewan terpenuhi, tingkat stres menurun, yang berdampak positif terhadap produktivitas dan kualitas telur,” ungkap Dekan Fapet UGM saat acara serah terima hibah di kandang Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT), Fapet UGM, Budi Guntoro, Selasa (12/4).

Ia menambahkan, meskipun skala awalnya belum besar, model farm ini berfungsi sebagai basis ilmiah untuk menyediakan data produksi langsung bagi para peternak telur di seluruh Indonesia yang tertarik mengembangkan sistem ini.

“Fasilitas cage-free ini tidak berfungsi sebagai unit produksi, tetapi juga sebagai platform riset untuk mengembangkan sistem peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Arif Widjaja, COO Poultry Indonesia Japfa.

Arif menambahkan bahwa model farm ini menjadi tonggak penting dalam mendorong adopsi praktik peternakan yang lebih bertanggung jawab di kalangan produsen telur.

“Khusus bagi mereka yang ingin membedakan produknya dari pasar konvensional dengan menawarkan telur cage-free yang kini semakin diminati oleh Horeka dan perusahaan makanan global,” tuturnya.

Sementara itu, Sustainable Poultry Program Manager di Lever Foundation Sandi Dwiyanto mengungkapkan, menyambut baik kolaborasi antara Japfa dan Fapet UGM, serta menekankan pentingnya inisiatif ini dalam mendorong transformasi industri perunggasan di Indonesia.

“Pengembangan model farm cage-free dalam lingkungan akademik seperti UGM memberikan fondasi penting untuk menghasilkan data ilmiah yang relevan dengan konteks Indonesia. Hal ini krusial untuk menjembatani kebutuhan industri, ekspektasi pasar global, serta peningkatan aspek keamanan pangan dan kesejahteraan hewan,” tuturnya

Sandi menegaskan, permintaan global terhadap produk telur cage-free terus meningkat, terutama dari sektor ritel, perhotelan, restoran, serta perusahaan FMCG dan layanan makanan.

“Tren ini diperkuat oleh survei konsumen yang dilakukan oleh GMO Research pada Juli 2025,” katanya.

Bahkan dalam survei tersebut menunjukkan bahwa 72% konsumen percaya perusahaan makanan seharusnya hanya menggunakan telur cage-free dalam rantai pasoknya. Selain itu, 55% konsumen menyatakan lebih cenderung memilih merek makanan yang menggunakan 100% telur cage-free.

Lebih dari 2.000 perusahaan makanan global telah berkomitmen untuk menggunakan 100% telur cage-free pada tahun 2025 atau 2027, termasuk KFC, Burger King, The Coffee Bean & Tea Leaf, Nestlé, Hyatt, dan Marriott Hotels. Selain itu, Swiss-Belhotel International Indonesia juga telah mengumumkan komitmennya untuk beralih sepenuhnya ke telur cage-free di 91 lokasi hotel.

Di tingkat nasional, sejumlah pelaku usaha seperti Superindo, Ismaya Group, Bali Buda, serta Jiwa Jawi juga telah mulai menerapkan atau sedang dalam proses transisi menuju kebijakan pengadaan telur cage-free. (*)

READ  Presiden Prabowo Targetkan Ekonomi 6 Persen 

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakSafari Jurnalistik Perdana 2026 Digelar di Gunung Putri, PWI Bogor Dorong Pemberitaan Berimbang
Artikulli tjetërBupati Bogor Uji Tiga Kandidat Final Direksi PT Sayaga Wisata