Beranda Daerah Bahlil Pastikan Abadi Masela Masuk Tahap Konstruksi pada 2027

Bahlil Pastikan Abadi Masela Masuk Tahap Konstruksi pada 2027

Bahlil Lahadalia saat memberikan keynote speech pada acara Kajian Tengah Tahun INDEF (KTT-INDEF), Kamis (25/6). Foto: Kementerian ESDM.

Publikbicara.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek ladang gas raksasa Abadi Masela di Maluku akan memasuki tahap konstruksi pada 2027 setelah mengalami penundaan selama puluhan tahun.

Proyek yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut kini menunjukkan perkembangan signifikan, terutama pada tahapan perencanaan teknis atau Front End Engineering and Design (FEED) yang menjadi salah satu fase penting sebelum pembangunan dimulai.

Dalam paparannya pada acara Kajian Tengah Tahun INDEF (KTT-INDEF), Kamis (25/6), Bahlil menegaskan pemerintah terus mengawal percepatan pengembangan Blok Masela agar tidak kembali mengalami hambatan investasi seperti yang terjadi pada masa lalu.

Menurutnya, pemerintah telah meminta operator proyek, Inpex Corporation, untuk segera merealisasikan tahapan pengembangan yang telah disepakati.

“Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai, nah setelah akhirnya sudah ada keputusan, sudah ada kajian, saya kasih tau sama Inpex untuk segera jalan. Sekarang alhamdulillah sudah jalan. Tahun 2027 konstruksi,” ujar Bahlil dikutip dari laman Kementerian ESDM, Kamis (25/6).

Selain menjadi salah satu proyek energi terbesar di Indonesia, Blok Masela juga diproyeksikan menjadi sumber pasokan gas strategis nasional. Pemerintah menargetkan produksi gas dari proyek tersebut dapat dimulai pada periode 2029 hingga 2030.

Bahlil menyebut keberhasilan pengembangan Abadi Masela akan memberikan kontribusi besar terhadap penguatan ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik dalam beberapa tahun mendatang.

Percepatan proyek ini juga menjadi tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kenegaraan ke Jepang pada Maret 2026. Dalam agenda tersebut, pemerintah menekankan pentingnya percepatan investasi sektor energi, termasuk penyelesaian proyek strategis Blok Masela.

READ  Beda Pandangan Ahli Pemohon dan Ahli Pemerintah Ihwal Batas Usia Guru dan Dosen

Menindaklanjuti arahan tersebut, Bahlil melakukan pertemuan dengan Chief Executive Officer (CEO) Inpex Corporation, Takayuki Ueda, guna membahas langkah-langkah percepatan pengembangan proyek.

Proyek Abadi Masela diperkirakan membutuhkan investasi sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp339 triliun. Nilai tersebut menjadikannya sebagai salah satu investasi sektor energi terbesar yang saat ini tengah dikembangkan pemerintah bersama mitra internasional.

Dalam pertemuan tersebut, Takayuki Ueda menyampaikan komitmen perusahaan untuk mempercepat pelaksanaan proyek sehingga target konstruksi dan produksi dapat dicapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.(Red).

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakPresiden Prabowo Berikan Bantuan Drumben untuk SDN Tegallega