Beranda Daerah Melalui Program Gumbira KPID Jabar Dorong Konten Budaya Lebih Kreatif

Melalui Program Gumbira KPID Jabar Dorong Konten Budaya Lebih Kreatif

Publikbicara.com, Tasikmalaya – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menyoroti soal indeks konten budaya yang saat ini masih tergolong rendah dibandingkan jenis konten lain.

Hal ini diungkapkan usai menggelar kegiatan dalam program Gerakan Melestarikan Budaya Melalui Penyiaran (GUMBIRA), di Kota Tasikmalaya.

Melalui program tersebut, KPID tidak hanya menyasar lembaga penyiaran televisi dan radio, tetapi juga mulai menggandeng konten kreator digital.

Wakil Ketua KPID Jabar, dr Almadina Rakhmaniar, mengungkapkan bahwa indeks konten budaya di Jawa Barat saat ini masih tergolong rendah dibandingkan jenis konten lainnya.

Bahkan, arus konten digital yang kian masif dinilai mulai mengikis eksistensi budaya lokal. Bahkan kearifan lokal semakin tersisih dalam ruang penyiaran maupun media sosial.

“Banyak konten yang mengejar viral, tapi mengabaikan nilai edukasi dan budaya. Ini yang menjadi tantangan bersama,” ujarnya usai kegiatan di Tasikmalaya.

Selain itu, KPID Jabar menghadirkan program Gerakan Melestarikan Budaya Melalui Penyiaran (GUMBIRA).

Program tersebut dirancang untuk mendorong hadirnya tayangan yang tidak hanya menarik, tetapi juga mengandung nilai edukatif serta memperkuat identitas budaya lokal.

“Kolaborasi ini sangat penting agar konten budaya dapat dikemas lebih kreatif dan mampu menjangkau generasi muda,” jelasnya.

Senada dikatakan, Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, KH Tetep Abdul Latief, menilai bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi fondasi penting dalam membangun masa depan.

“Penyiaran memiliki peran strategis dalam menjaga nilai moral dan identitas bangsa,” katanya.(Dzikri)

READ  Kopdes Merah Putih dan Fondasi Baru Penguatan Pariwisata Daerah

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakDorong Transisi Energi, Pemerintah Kawal Investasi Hijau di Smart Energy Week 2026
Artikulli tjetërSindikat Peretas Lintas Negara Dibongkar di NTT, Kerugian Capai Rp350 Miliar