Publikbicara.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto kembali melakukan penyegaran struktur organisasi Pemerintah Kabupaten Bogor dengan melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 30 pejabat, Jumat (19/6/2026). Pelantikan tersebut meliputi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta dua Pejabat Fungsional.
Menurut Rudy Susmanto, rotasi, mutasi, dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan mengoptimalkan kinerja pemerintahan sekaligus mengisi sejumlah posisi yang masih kosong.
“Penyegaran organisasi merupakan sesuatu yang biasa dilakukan. Selain mengisi jabatan yang kosong, kami ingin memastikan roda pemerintahan berjalan lebih optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” kata Rudy.
Ia mengungkapkan, Pemkab Bogor tengah menyiapkan mekanisme pengisian jabatan secara lebih terbuka melalui sistem open bidding. Proses tersebut tidak hanya berlaku untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, tetapi juga akan diterapkan pada jabatan administrator dan pengawas di sejumlah perangkat daerah.
Langkah itu dilakukan untuk menjaring aparatur sipil negara yang memiliki kompetensi, integritas, dan kapasitas kepemimpinan terbaik.
Rudy menyebut, dari lebih dari 40 ribu ASN yang bertugas di Kabupaten Bogor, banyak sumber daya manusia potensial yang dapat diberikan kesempatan menduduki posisi strategis melalui proses seleksi yang objektif.
“Melalui penilaian dan open bidding ini, kami ingin menemukan talenta-talenta terbaik untuk ditempatkan pada posisi yang tepat,” ujarnya.
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Rudy meminta agar segera beradaptasi dan menunjukkan kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan, prestasi dan dedikasi akan menjadi pertimbangan utama dalam penempatan jabatan strategis di masa mendatang.
Selain pelantikan pejabat, Rudy juga menyinggung kesiapan Pemerintah Kabupaten Bogor menghadapi musim kemarau. Sejumlah langkah antisipatif telah disiapkan, mulai dari normalisasi saluran irigasi yang mengairi sekitar 800 hektare lahan pertanian di Kecamatan Tanjungsari hingga penyiapan sumber-sumber air untuk mengantisipasi kekeringan.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga menggandeng TNI, Polri, dan kelompok masyarakat untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian dan perikanan.
“Kami ingin memastikan seluruh aktivitas pertanian dan perikanan di Kabupaten Bogor tetap berjalan dengan baik meskipun menghadapi musim kemarau. Berbagai langkah antisipasi terus kami lakukan sejak dini,” kata Rudy.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













