Beranda Daerah BRIN Ungkap Potensi Tempe Nonkedelai, Kaya Senyawa Bioaktif dan Bernilai Fungsional

BRIN Ungkap Potensi Tempe Nonkedelai, Kaya Senyawa Bioaktif dan Bernilai Fungsional

Foto: Humas BRIN.

Publikbicara.com – Tempe berbahan baku nonkedelai dinilai memiliki prospek besar sebagai pangan fungsional yang mendukung kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa tempe yang dibuat dari aneka kacang-kacangan lokal mengandung beragam metabolit bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan.

Peneliti Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ririn, mengungkapkan bahwa sejumlah senyawa seperti daidzein, kaempferol, asam p-kumarat, dan senyawa fenolik lainnya ditemukan dalam tempe nonkedelai. Kandungan tersebut dikaitkan dengan potensi antikanker serta berbagai manfaat kesehatan lainnya.

Menurutnya, perkembangan riset tempe nonkedelai saat ini tidak lagi terbatas pada pengujian kandungan gizi. Para peneliti mulai memanfaatkan pendekatan metabolomik, metagenomik, dan volatilomik untuk mengungkap lebih jauh proses fermentasi dan pembentukan senyawa bioaktif di dalam produk tersebut.

Pendekatan tersebut memungkinkan identifikasi ribuan metabolit yang terbentuk selama fermentasi, sekaligus mengungkap mikroorganisme yang berperan dalam menentukan kualitas tempe. Selain itu, penelitian juga dapat memetakan senyawa volatil yang memengaruhi aroma dan cita rasa produk.

“Tempe nonkedelai merupakan bagian dari kearifan lokal yang berkembang di berbagai daerah. Masyarakat telah lama memanfaatkan sumber daya pangan lokal melalui teknologi fermentasi,” ucap Ririn dikutip dari laman resmi BRIN, Jumat (19/6).

Ia menegaskan, tempe nonkedelai memiliki prospek besar untuk mendukung sistem pangan berkelanjutan apabila diproduksi secara higienis dan melalui proses fermentasi yang tepat.

Menurut Ririn, pemanfaatan kacang-kacangan lokal dapat menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong inovasi produk pangan sehat berbasis fermentasi.

“Pemanfaatan bahan baku lokal membuka peluang pengembangan pangan sehat yang lebih beragam dan bernilai ekonomi tinggi,” pungkasnya.(Red).

READ  Persija Hormati Pemindahan Laga Kontra Persib ke Samarinda

Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow

Artikulli paraprakDiduga Dahului Minibus, Pengendara Honda Beat Tewas Terlindas Truk di Gunung Putri
Artikulli tjetërBupati Bogor Rotasi 30 Pejabat dan Buka Seleksi Jabatan Secara Kompetitif