Bojan Hodak saat mengikuti Pawai Juara Panca Takhta. Dok: Persib.
Publikbicara.com – Persib Bandung menorehkan sejarah baru di sepak bola Indonesia setelah menjadi klub pertama yang meraih tiga gelar juara liga secara beruntun sejak era Liga Indonesia dimulai.
Di balik pencapaian bersejarah tersebut, ada sosok pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, yang sukses membawa Maung Bandung mendominasi kompetisi nasional selama tiga musim terakhir.
Namun, musim depan Hodak tidak lagi berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih kepala. Posisi itu akan diteruskan oleh asistennya, Igor Tolic.
Dalam testimoninya, Hodak menyebut keberhasilan PERSIB bukanlah hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kekompakan seluruh elemen klub.
“Saya beruntung saat pertama kali tiba di sini, saya menemukan sekelompok orang yang sangat baik di dalam klub. Tiba-tiba semua orang mulai bekerja sama dan begitulah cara kami memenangkan trofi pertama dan kedua,” kata Hodak dikutip dari laman resmi Persib, Rabu (27/5).
Meski sukses mempertahankan dominasi, Hodak mengakui musim ketiganya menjadi periode paling berat. Persib melakukan perombakan besar dengan mengganti 23 pemain dari total 31 anggota skuad.
Situasi tersebut semakin sulit karena klub-klub pesaing mulai melakukan investasi besar untuk membangun kekuatan tim, termasuk Borneo FC dan Persija Jakarta.
“Musim terakhir benar-benar sulit. Tapi bisa kembali menjadi juara di tengah persaingan seperti sekarang adalah sesuatu yang fantastis,” katanya.
Pelatih berusia 55 tahun itu juga menyoroti peran besar bobotoh dalam perjalanan Persib.
Menurutnya, loyalitas suporter menjadi alasan utama Persib tetap menjadi salah satu klub terbesar di Asia Tenggara.
“Klub ini lebih besar dari pelatih atau pemain mana pun. Orang bisa datang dan pergi, tetapi Persib akan tetap besar,” tegasnya.
Hodak secara khusus memuji kedewasaan bobotoh pada laga terakhir musim ini. Ia menilai suasana stadion yang aman tanpa petasan maupun aksi turun ke lapangan menjadi contoh positif bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Menurutnya, atmosfer yang tertib akan membuat stadion semakin nyaman bagi keluarga dan penonton umum.
“Ketika Anda juara tiga kali beruntun, tekanan pasti lebih besar karena semua tim ingin mengalahkan Anda. Tapi saya percaya klub ini mampu menghadapinya,” ucap Hodak.
Meski tak lagi menjadi pelatih kepala, Hodak dipastikan tetap berada di lingkungan Persib dengan jabatan baru sebagai penasihat teknik. Ia mengaku ingin beristirahat sejenak karena alasan pribadi, namun tetap siap membantu klub jika dibutuhkan.
“Saya masih perlu sedikit istirahat, tapi saya akan tetap berada di sekitar klub dan siap memberi masukan kapan pun diperlukan,” katanya.(Red).
Ikuti saluran Publikbicara.com di WhatsApp Follow













