Beranda Internasional Otoritas Ukraina Larang Warganya Gelar Perayaan Hari Kemerdekaan Karena Khawatir Serangan Rusia

Otoritas Ukraina Larang Warganya Gelar Perayaan Hari Kemerdekaan Karena Khawatir Serangan Rusia

KIEV, PUBLIKBICARA.COM – Otoritas Ukraina melarang warganya menggelar perayaan meriah Hari Kemerdekaan yang jatuh pada 24 Agustus di tempat-tempat umum. Alasannya, otoritas Kiev mengkhawatirkan ancaman serangan lebih serius dari pasukan Rusia yang terus menginvasi negara itu.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (23/8/2022), otoritas Ukraina menyebut Rusia menembakkan sejumlah roket ke beberapa kota di sebelah utara dan barat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia — pembangkit nuklir terbesar di kawasan Eropa — yang kini dikuasai pasukan Moskow.

Serangan artileri dan roket di dekat kompleks PLTN Zaporizhzhia, tepi selatan Sungai Dnipro, telah memicu seruan agar area itu didemiliterisasi. Warga Ukraina yang tinggal dekat PLTN itu menyuarakan kekhawatiran jika serangan mengenai salah satu dari enam reaktor nuklir di sana, yang bisa memicu bencana nuklir.

Baca Juga :  Penghasilan Menurun Akibat Proyek Jalan Molor, Supir Angkot di Tenjolaya Protes

“Tentu saja, kami khawatir … itu rasanya seperti duduk di atas tong mesiu,” sebut salah satu warga kota Enerhodar, Alexander Lifirenko. Kota Enerhodar kini dikuasai pasukan pro-Moskow.

Presiden Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Rusia bisa saja melakukan ‘sesuatu yang sangat buruk’ menjelang peringatan 31 tahun kemerdekaan Ukraina dari Uni Soviet yang jatuh pada Rabu (24/8) waktu setempat, yang juga menandai setengah tahun invasi Rusia terhadap negara itu.

Ibu kota Kiev jauh dari garis depan pertempuran dan jarang terkena serangan rudal Rusia sejak tentara Ukraina menggagalkan serangan Moskow untuk merebut ibu kota. Namun otoritas Kiev melarang digelarnya acara-acara publik yang berkaitan dengan peringatan Hari Kemerdekaan.

Dokumen otoritas Kiev menunjukkan perayaan publik untuk Hari Kemerdekaan Ukraina dilarang mulai Senin (22/8) hingga Kamis (25/8) mendatang, karena kemungkinan adanya rentetan serangan roket terbaru.

Baca Juga :  Aksi Heroik, Anggota Polisi dan Dishub Bantu Warga Hendak Melahirkan saat Terjebak Macet di Leuwisadeng Bogor

Selain Kiev, beberapa wilayah lainnya di Ukraina juga membatasi pertemuan publik. Salah satunya di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina yang sering menjadi sasaran serangan artileri dan roket jarak jauh.

Wali Kota Kharkiv Ihor Terekhov mengumumkan perpanjangan jam malam mulai pukul 16.00 waktu setempat hingga pukul 07.00 waktu setempat, berlaku mulai Selasa (23/8) hingga Kamis (25/8) waktu setempat.

Di kota pelabuhan Mykolaiv dekat wilayah yang dikuasai Rusia di bagian selatan Ukraina, Gubernur setempat Vitaliy Kim menyatakan otoritas setempat merencanakan instruksi agar warga bekerja dari rumah pada Selasa (23/8) dan Rabu (24/8) waktu setempat.

Otoritas setempat juga mendorong warganya untuk tidak berkumpul dalam kelompok-kelompok besar.

Sumber :Detik

Artikulli paraprak4 Pemain Timnas Indonesia Yang Berlaga di Luar Negeri
Artikulli tjetërCacar Monyet Ditemukan di RI, Jokowi Minta Menkes Segera Sediakan Vaksin

Tinggalkan Balasan