Beranda Daerah Lumbung Air di Desa Galuga Belum Dirasakan Manfaatnya, Aktivis Minta Kades Bertanggungjawab

Lumbung Air di Desa Galuga Belum Dirasakan Manfaatnya, Aktivis Minta Kades Bertanggungjawab

Bogor, Publikbicara.com – Terkait adanya pembangunan Lumbung Air di Kampung Bojong RT 13 RW 06, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor yang pemanfaatannya hingga kini belum dirasakan manfaatnya oleh warga. mendapat sorotan dari berbagai pihak, salahsatunya dari Penggiat Media Sosial Kabupaten Bogor Susilo Utomo.

“Jika memang dibiayai dari anggaran dana desa yang notabene adalah uang rakyat, maka kebermanfaatannya harus bisa dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Susilo Utomo kepada wartawan pada, Minggu 12 Juni 2022.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ciputat tersebut menyayangkan, pembangunan lumbung air tersebut dibangun dilahan milik pribadi kepala desa yang saat ini masih menjabat.

Baca Juga :  Stop Pembakaran Sampah Sembarangan Demi Kesehatan dan Kenyamanan Warga : Ini Kata Ketua DPRD, Rudy Susmanto

“Jika kepala desa mengatakan bahwa lumbung air itu dibangun di lahan pribadi kenapa tidak dari awal pembangunan mencari lahan milik desa atau tanah wakaf,” katanya.

Mantan anggota BEM UIN Jakarta tahun 2006 itu mendesak, kepada Kepala Desa Galuga Endang Sujana untuk bertanggung jawab karena sudah menggunakan uang rakyat yang dibangun dilahan milik pribadi kades tersebut. Bahkan, hingga sampai saat ini manfaatnya belum juga dirasakan oleh masyarakat.

“Kepala desa harus bertanggung jawab hingga fasilitas tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Sejarah Tokoh dan Wadah Pelopor Kebangkitan Nasional yang Terlupakan Diantara Harkitnas

Sebelumnya diberitakan, Pembangunan Lumbung Air di Kampung Bojong RT 13/06 Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor tak kunjung mengalir ke rumah warga. Padahal, proyek tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2016 lalu.

Mantan Kepala Dusun (Kadus) 04 Aji Slamet Rahajo mengatakan, manfaat dari pembangunan tersebut belum sama sekali dirasakan mulai dari pembangunan sampai sekarang.

Kepala Desa Galuga Endang Sujana membantah, bahwa pembangunan Lumbung Air dibangun bukan anggaran bantuan sumbangan dari DLH, melainkan dari anggaran Dana Desa tahun 2016 dan dibangun dilahan milik pribadinya. (Fex/Kamel)

Artikulli paraprakModus Penipuan Via WA, Foto Camat Dramaga Dicatut
Artikulli tjetërHUT Bhayangkara, Polsek Ciampea Tanam Pohon Di Jalan Bendungan Cihud