Beranda Bogor Raya Peringatan HJB Ke-540 di Leuwiliang, Pemulihan Ekonomi Diprioritaskan

Peringatan HJB Ke-540 di Leuwiliang, Pemulihan Ekonomi Diprioritaskan

Bogor, Publikbicara.com – Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) Ke-540 di halaman kantor Kecamatan Leuwiliang digelar secara sederhana.

Meskipun tidak dihadiri beberapa Kepala Desa (Kades). Namun, pihak Koramil 2116/Leuwiliang, Polsek, Puskesmas, tampak hadir dan begitu khidmat mengikuti upacara HJB tersebut.

Camat Leuwiliang, Daswara Sulanjana mengatakan, biasanya upacara peringatan HJB digelar tingkat kabupaten. Namun upacara HJB ke-540 ini digelar di tingkat kecamatan. Meskipun demikian kata dia tidak mengurangi makna peringatan HJB itu sendiri.

Daswara Sulanjana menjelaskan tidak dilakukan di Kabupaten Bogor karena saat ini masih diberlakukan PPKM, meskipun sudah ada kelonggaran terkait penggunaan masker.

Baca Juga :  Aksi Heroik, Anggota Polisi dan Dishub Bantu Warga Hendak Melahirkan saat Terjebak Macet di Leuwisadeng Bogor

“Makanya kerumunan tetap dipermasalahkan dari segi aturan. Makanya, ke hati-hatian itu disikapi dengan cara kegiatan upacara peringatan hari jadi Bogor itu dilaksanakan di tiap kecamatan,” katanya.

Lebih lanjut, Daswara mengatakan, upacara HJB ke-540 digelar secara sederhana di halaman kantor kecamatan secara terbatas dan tidak melibatkan masyarakat banyak.

“Ini juga masalah yang kami maklumi karena memang kondisi kita tidak secara maksimal dan kesuluruhan,” ujarnya.

Baca Juga :  Mobil Truk Amblas Tutupi Sebagian Jalan Raya Paku Bikin Macet, Polisi dan Dishub Bantu Ibu Hendak Melahirkan

Pada momentum HJB ke-540 tersebut, dirinya berharap, pada pemulihan ekonomi masyarakat. Karena kalau PPKM belum juga dicabut secara penuh oleh pemerintah pusat, pemulihan kehidupan masyarakat tidak bisa berjalan maksimal.

“Jadi, dengan kondisi serba terbatas ini sifatnya masih berjalan secara terbatas juga, dalam kontek kegiatan publik. Tapi, untuk masyarakat sendiri secara inisiatif berjalan, seperti pasar, toko modern dan tempat tertentu tapi masih berjalan melalui pengecekan tormogen, secara umum kegiatan masyarakat sudah mulai bergeliat itu sebetulnya harapan kita,” ungkapnya. (Fex/Kamel)

Artikulli paraprakAlih-Alih Inovasi, Pembangunan Lumbung Air di Galuga Tak Berjalan
Artikulli tjetërPungutan Sebesar 5000 Rupiah di TPAS Galuga Akan Ditindak Polisi

Tinggalkan Balasan