Beranda Daerah Dampak Banyak Sampah 14 Orang Warga Kampung Baru Tajurhalang terkena DBD

Dampak Banyak Sampah 14 Orang Warga Kampung Baru Tajurhalang terkena DBD

Bogor, Publikbicara.com – Banyaknya sampah di Kampung Cina/Baru RT 01/09, Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, berdampak bagi kesehatan warga sekitar, 14 orang terkena demam berdarah dengue (DBD). Bahkan 1 dari warga tersebut meninggal dunia.

Saat ditemui Deni Sahetapi, yang juga salah satu pengurus sekolah Sinar Cahaya Kasih, yang lokasinya dekat dengan penampungan sampah mengatakan, banyak warga mengeluh dengan keberadaan sampah dimana-mana, sampah berbau menyengat dipilah dan kotoran sampah itu yang membuat nyamuk DBD bersarang.

“Saya sebagai yang menyelenggarakan sekolah juga khawatir juga dengan keadaan itu, sempat ada pertemuan pihak warga dengan pemilik usaha penyortiran sampah. Mereka mengatakan akan dititikan di satu tempat, tapi sampai saat ini sampah itu ada di mana-mana. Karena ada sebagian warga yang ikut usaha memilah sampah-sampah itu,” ujarnya kepada wartawan, Senin 9/5/20022.

Baca Juga :  AHY Beri Syarat Bagi Partai Golkar Bila Bergabung Dengan Koalisi Perubahan

Masih kata Deni, harus ada keseriusan soal keberatan warga. Dirinya juga memfasilitasi dan mendatangi warga guna mempertanyakan keberatan tersebut, dan pihak sekolah harua melakukan hal seperti itu, karena murid kami mengalami hal serupa dampak dari sampah itu, bahkan pihak warga sudah mendatangani keberatan dengan keberadaan sampah tersebut.

“Setau saya dan warga tidak ada izin, murid disini ada 3 orang, bahkan ada 1 yang sampai masuk ruang ICU. Dan 1 warga meninggal, saya belum mengadukan hal ini ke pihak kecamatan. Karena saya berpikir biar pengurus dari bawah dulu yang menyikapi permasalahan ini. Sampah-sampah itu dari dua mall besar yaitu Mall di kawasan Cibinong dan Sawangan, harapan saya ada tindakan tegas dari semua pihak. Dan bila mana itu ditutup. Itu harus benar-benar dibersihkan dengan benar,” tambahnya.

Baca Juga :  Surat dari FIFA Untuk Presiden Jokowi

Di tempat yang sama warga yang terkena DBD, yang juga kaka dari salah satu warga yamg meninggal akibat DBD Nenih mengaku, awalnya sebelum terkena DBD badannya lemas kepala pusing, tulang seperti ditusuk-tusuk dan nafas terasa sesak, dirinya tidak kuat menahan sakit.

“Setelah tes yang kedua saya positif DBD trombosit saya 89 ribu, saya langsung dirujuk ke rumah sakit besar. Dan dokter bilang ini gara-gara lingkungan yang tidak bersih. Bahkan saat saya akan pulang perawatan dokter bilang tolong kampungnya dibersihin. Ada 13 orang yang positif DBD dan satu meninggal yaitu adik saya. Jarak rumah saya ke penampungan sampah itu 100 meter. Harapan saya untuk segera menutup usaha pemilahan sampah yang sangat bau menyangat itu,” tukasnya. (Dyn)

Artikulli paraprakBocah Berusia 11 Tahun Diduga Jadi Korban Penculikan di Kemang Bogor, Ini Kata Keluarga Korban
Artikulli tjetërJalan Tak Kunjung Diperbaiki, AMM Gelar Aksi Tanam Pohon dan Tebar Ikan di Ciampea Bogor

Tinggalkan Balasan