Beranda Daerah Balita Gizi Buruk Meninggal Kadesnya Cuek, Aktivis Bogor Barat Geram

Balita Gizi Buruk Meninggal Kadesnya Cuek, Aktivis Bogor Barat Geram

Bogor, Publikbicara.com – Terkait adanya Balita Pasien gizi buruk yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang yang luput dari perhatian pemerintah Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu menyita perhatian banyak pihak.

Salahsatunya dari Aktivis Bogor Barat Moch Nurul Nasruli. Bahkan, dirinya mendesak Bupati Bogor Ade Yasin untuk memberikan tindakan tegas terhadap kinerja seorang Kades di Desa Banyuresmi, karena dianggap sudah keluar dari amanah yang diberikan masyarakat.

“Kalau menurut saya, apapun alasannya Kades (Kepala Desa) itu adalah jabatan pelayan masyarakat. Seharusnya 1×24 jam harus selalu sigap saat masyarakat membutuhkan,” ungkapnya kepada wartawan pada, Senin (25/04/2022)

Baca Juga :  Sukses Besar di Pemilu 2024,Samsul Hidayat Dipastikan Melenggang untuk DPRD Provinsi Jabar

Karena, Bang Buyung sapaan akrab Moch Nurul Nasruli itu menyebut, bahwa jabatan Kades itu bukan diberikan oleh pejabat satu tingkat diatasnya, melainkan dipilih oleh masyarakat.

“Jadi, jika ada Kades seperti itu (Sulit dihubungi saat warga membutuhkan) berarti dia sudah keluar dari amanah yang telah diberikan oleh masyarakat,” cetusnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa Bupati yang sama-sama dipilih oleh masyarakat yang pada hal itu membawahi kepala desa setelah kades dinyatakan terpilih dan punya hak progratif dalam menindak kades yang sulit dihubungi tersebut.

“Camat hanya pelantara Bupati ketika ada perselisihan masyarakat dan kepala desa ketika tidak bisa menyelesaikannya itu sudah menyalahi peraturan dalam negri no 82 tahun 2015 itu salah satu masuk unsur untuk memberhentikan kepala desa,” katanya.

Baca Juga :  Siap Melampaui Kesalahan dan Bersinar di Arena Barito Putera. Ini Semangat Squad Persib Bandung

Diberitakan sebelumnya. Seorang anak usia dibawah lima tahun (Balita) yang diduga menderita gizi buruk dan meningitis di Kampung Cisarua RT 01 RW 07, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dikabarkan meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang. Yang lebih memperihatinkan keluarga korban yang kurang mampu itu luput dari perhatian Pemerintah desa setempat. (Fex)

Artikulli paraprakWarganya “Puntang Panting” di Rumah Sakit Hingga Meninggal Dunia, Kadesnya Malah Cuek
Artikulli tjetërLewati Jalan Berbatu di Cigudeg, Pulang Liputan Ban Motor Wartawan Robek